Sabtu, 20 Februari 2010

SN 17. BAGAIMANA HARUS BERDOA



"Doa adalah kunci di tangan iman untuk membuka perbendaharaan surga," demikian tulis E. G. WHITE dalam buku Steps to Christ. Apakah doa itu? Jika berdoa itu berarti kita berbicara kepada Allah, apakah mungkin manusia yang berdosa berbicara kepada Allah Yang Mahasuci? Jika manusia dapat berbicara kepada Allah, bagaimanakah dan berapa sering pembicaraan itu dilakukan? Apakah Allah mendengar doa kita dan menjawabnya?

1. APAKAH DOA ITU?

Ada beberapa pengertian yang dikemukakan tentang doa. "Doa adalah membuka hati kepada Allah seperti kepada seorang sahabat." "Doa itu adalah hubungan kita dengan surga." "Doa adalah pembicaraan dua arah antara Allah dan manusia." "Doa adalah mengadakan kontak dengan kuasa Allah." Walaupun demikian banyak orang tidak berdoa, atau tidak sembahyang dengan alasan bahwa mereka tidak mengetahui bagaimana mengucapkan doa itu. Kalau berdoa itu adalah membuka hati kita kepada Allah seperti kepada seorang sahabat, maka tidaklah perlu bagi kita mengucapkan doa itu menurut tulisan dalam satu buku doa, atau menghafal doa yang telah disusun lebih dulu. Doa adalah pembicaraan dari hati kepada Allah. Sebetulnya Allah telah mengetahui segala sesuatu keperluan kita. Allah mengenal tiap manusia, dan sebelum kita meminta sesuatu la telah mengetahuinya. Yesus berkata:

"Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

"Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." Matius 6: 7,8.

"Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kau ketahui, ya Tuhan." Mazmur 139:4.


Jika demikian mengapa kita perlu berdoa? Doa amat penting bagi kita dan mutlak walaupun Allah telah mengetahui segala keperluan kita, karena apabila manusia berpisah dari Allah berarti manusia itu binasa, tetapi dengan ketekunan berdoa akan terjalinlah hubungan rohani yang erat antara manusia dengan Allah Yang Mahakuasa. Yesus menasehatkan pula:

"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jika kamu tidak tinggal di dalam Aku." Yohanes 15:4.


Berdoa itu amat penting, karena dengan demikian komunikasi antara manusia dengan Allah akan tetap terpelihara. Jika dosa telah menyebabkan terputusnya hubungan antara kita dan Allah, maka kita harus datang kepada Allah dengan berdoa agar hubungan ini dapat dipulihkan kembali.

2. BAGAIMANA KITA BERDOA

Pertama-tama kita harus yakin bahwa doa kita ditujukan kepada Allah, karena itu, kepada kita diajarkan Yesus,

"Karena itu berdoalah demikian: Ya Bapa kami yang di surga." Matius 6:9.
Kemudian, doa kita itu disampaikan kepada Allah Bapa di surga di dalam nama Yesus Kristus.
"Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku." Yohanes 16:23.


Adapun berdoa itu dapat dilaksanakan sebagai berikut: (a) Berdoa perorangan. (b) Berdoa di hadapan umum. (c) Berdoa dengan keluarga.


(a) Berdoa perorangan .

Ada banyak hal di dalam kehidupan kita dan persoalan di dalam hati kita yang tidak dapat kita beritahukan kepada orang lain , karena persoalan itu adalah bersifat pribadi. Hanya dapat disampaikan kepada Tuhan dan memohon keampunan. Kepada Allah saja kita dapat membuka hati pribadi kita walaupun Allah mengetahui keadaan kita yang tersembunyi sekalipun. Apakah saudara merasa takut karena dengan sengaja atau tidak sengaja saudara telah membuat dosa tersembunyi sendirian? Allah mengetahui perbuatan saudara! Datanglah kepada-Nya dan berdoa, mengakui dosa itu dan bertobat maka Allah akan mengampuni saudara dan hati saudara pun menjadi tenang dan damai.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." Matius 6:6.

Inilah yang kita maksudkan berdoa secara pribadi, doa perorangan, atau berdoa sendiri tidak bersama orang lain. Namun demikian seseorang tidak hanya dapat berdoa di dalam kamar tertutup, tetapi juga ia dapat berdoa, sementara dalam perjalanan, di dalam bus atau kereta api, di kantor, di toko, di ladang dan di mana saja. Tentu apabila kita berdoa sementara dalam perjalanan tidak perlu kita sengaja berhenti di tempat orang banyak dan memperlihatkan bahwa kita sedang berdoa. Kita dapat berbicara dari hati kita dan selalu menghubungi Allah yang tidak kelihatan.

(b) Berdoa di hadapan umum.


Apabila kita berdoa di hadapan umum seperti halnya apabila kita berdoa sendirian maka kita boleh mengikuti pedoman berdoa yang diberikan oleh Yesus, sebagai berikut :

"Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan jangan membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." Matius 6:9-13
.

Kita menghampiri Allah dengan berdoa seperti kepada seorang "bapa" karena kita ini adalah "anak-anak Allah". Selain dari pedoman berdoa yang telah diajarkan Yesus, bagaimanakah kita dapat berdoa? Apakah yang harus tercakup dalam doa kita kepada Allah? Kita harus menyadari dan mengakui segala karunia yang baik dari Allah kepada kita tiap hari dan kita harus mengucap syukur atas segala berkat-berkat itu. Kita memohon keampunan atas dosa-dosa kita, tetapi pengakuan dosa perorangan yang diakui dalam doa sendirian, tidaklah diucapkan dalam doa umum.
Berdoa dengan orang banyak haruslah singkat, cukup jelas perkataan kita agar didengar oleh perkumpulan itu. Namun demikian tingkah laku kita apabila berdoa, baik dengan suara dan perkataan kita, maupun cara kita bertelut atau berdiri menundukkan kepala kita, semuanya dilakukan dengan penuh khidmat dan rasa hormat kepada Allah, karena Dialah Raja segala raja, dan Khalik semesta alam.

(c) Berdoa dengan keluarga.

Di samping kita perlu berdoa sendirian, secara pribadi kepada Allah, dan berdoa bersama dalam suatu perkumpulan, ada lagi cara berdoa kita yang penting ialah dengan keluarga. Ini biasanya dikenal sebagai "kebaktian keluarga". Pada setiap pagi dan malam, adalah menjadi kesempatan yang terbaik bagi satu keluarga, ayah, ibu dan anak-anak, berkumpul dan berbakti kepada Allah dengan menyanyi, membaca Kitab Suci dan berdoa. Kebaktian keluarga ini pasti memberikan kebahagiaan bagi keluarga dan jaminan bagi kehidupan anak-anak sehingga seluruh keluarga memperolehkekuatan dan berkat baik jasmaniah dan rohaniah. Kepada orang tua, Allah menasihatkan agar mengadakan kebaktian keluarga sebagai salah satu cara pendidikan yang terbaik bagi anak-anak.

"Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau mengajarkan-nya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." Ulangan 6:6, 7.


3. DOA YANG DIJAWAB OLEH ALLAH

Bagaimanakah dapat kita ketahui bahwa doa kita akan dijawab oleh Allah? Pertama-tama kita harus yakin bahwa Allah, selalu mendengar doa kita dan menjawab doa kita menurut kehendak-Nya.

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." Matius 7:7.

Ada beberapa syarat penting yang perlu dilakukan oleh tiap orang yang akan berdoa, apabila mereka mau Allah menjawab doa mereka itu.

(a) Menurut kehendak Allah. .
Perhatikanlah pula ayat berikut ini:

"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jika kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." 1 Yohanes 5:14.
"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." Yakobus 4:3.


Berdoa yang sesuai dengan kehendak Allah, berarti bahwa kita harus pula menjadi orang yang setia mentaati firman Allah di dalam Kitab Suci! Apabila kita berdoa, agar Allah menghukum seseorang karena kebetulan kita tidak menyukai orang itu, maka sudah jelaslah bahwa doa kita itu tidak se-suai dengan kehendak Allah, karena Allah menghendaki bahwa kita harus mencintai sesama manusia walau musuh kita sekalipun.

(b) Berdoa dengan Iman
Seorang pemuda berkata kepada pendeta: "Saya tidak percaya bahwa ada Allah, tetapi jika tuan percaya, berdoalah untuk keselamatan saya!"
Alkitab berkata:

"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari dia." Ibrani 11:6.

(c) Berdoa karena menyadari akan keperluan sendiri.
Perjanjian Allah adalah untuk memberikan berkat kepada mereka yang menyadari akan keperluan mereka.

"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." Matius 5:6.

Berdoa dan meninggalkan dosa. Dosa menyebabkan hubungan Allah dan manusia terputus. Seorang yang tetap berbuat dosa maka doanya tidak akan berarti, karena dosa itu adalah pelanggaran hukum Allah adanya.

"Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar." Mazmur 66:18.

"Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian....Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi." Amsal 28:9,13.


4. APA YANG PENTING DALAM DOA KITA

Kita patut berdoa untuk keselamatan orang lain, atau berdoa untuk orang miskin dan orang yang sakit agar mendapat kesembuhan.

"Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni." Yakobus 5:15.

Namun demikian, yang terpenting kita berdoa adalah untuk kesembuhan rohani kita, yaitu keampunan atas dosa kita sendiri.

"Jika kita mengaku dosa kita, maka la adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." 1 Yohanes 1:9.

Pelajar yang budiman, jika saudara mau mengadakan satu kebiasaan berdoa kepada Allah dengan tekun maka kehidupan saudara akan mengalami satu perubahan yang membahagiakan. Maukah saudara berusaha sekarang juga mendapatkan pengalaman pribadi yang erat dengan Allah oleh berdoa dan mencapai suatu kehidupan baru ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar