MAKANAN DAN KEROHANIAN
Tidak Bertarak Berarti Dosa
Janganlah seorang yang mengaku saleh menganggap sepele
kesehatan tubuh dan memuji dirinya lalu menyatakan hal tidak bertarak bukan
dosa dan tidak akan mempengaruhi kerohanian. Antara alam moral dan tubuh
terdapat hubungan yang sangat erat.
Pada nenek moyang kita yang pertama, keinginan tidak
bertarak telah meng-akibatkan kehilangan Eden. Pertarakan dalam segala hal
lebih banyak hubungannya dengan pemulihan kita ke Eden daripada yang kita
sadari.
Pelanggaran hukum fisik adalah pelanggaran hukum Allah.
Yesus Kristus adalah Khalik kita. Dialah Pencipta diri kita. Dia telah
menciptakan susunan tubuh manusia. Dialah Pencipta hukum fisik, Dia pula
Pencipta hukum moral. Manusia yang lengah dan tidak peduli tentang kebiasaan
dan praktik hidup yang menyangkut kesehatan, mereka berdosa terhadap Tuhan.
Banyak orang yang mengaku mengasihi Yesus Kristus tidak menunjukkan rasa khidmat
dan penghormatan kepada-Nya, yang telah menyerahkan hidup-Nya untuk
menyelamatkan mereka dari kematian kekal. Dia tidak disegani, dihormati dan
dikenal. Ini ditunjukkan dengan rusaknya tubuh mereka karena pelanggaran hukum
alam.
Bilamana Penyucian Mustahil Diadakan
Dari semua cacat penderitaan yang menyiksa umat manusia, sebagian
besar diakibatkan oleh kebiasaan-kebiasaan mereka yang salah karena sengaja
mengabaikan, atau karena tidak menanggapi terang yang diberikan Allah
sehubungan dengan hukum-hukum kehidupan mereka. Adalah tidak mungkin bagi kita
memuliakan Allah sementara masih melanggar hukum kehidupan. Kita tidak mungkin
dapat mempertahankan peng--abdian kepada Allah sementara nafsu selera
dimanjakan. Tubuh yang sakit dan intelek yang kacau menghalangi pengabdian
jiwa-raga, karena pemanjaan nafsu yang terus-menerus. Rasul Paulus memahami
pentingnya kondisi tubuh yang sehat untuk penyempurnaan tabiat umat Allah. Dia
katakan: “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya
sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Dia
menyebutkan buah-buah Roh Kudus, di antaranya ialah pertarakan atau
pengendalian diri. “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah
menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”
Sengaja Mengabaikan Berarti Menambah
Dosa
Adalah satu tugas bagi kita untuk mengetahui bagaimana
caranya memelihara kondisi kesehatan tubuh yang paling baik. Adalah satu
kewajiban paling mulia untuk menghidupkan terang Allah yang telah diberikan-Nya
dengan anugerah. Sekiranya kita menutup mata dan tidak mau melihat karena takut
terhadap kesalahan-kesalahan kita sendiri yang kita tidak mau membuangnya, dosa
kita bukan dikurangi, melainkan ditambah. Kalau terang itu ditolak dalam satu
hal, itu tidak akan dihargai dalam hal lain. Dosa itu sama besarnya, apakah
kita melanggar hukum kesehatan atau melanggar salah satu dari Sepuluh Hukum,
karena kita tidak dapat melakukan salah satu tanpa melanggar Hukum Allah. Kita
tidak dapat mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa raga sambil mengasihi
nafsu selera kita lebih daripada mengasihi Allah. Dari hari ke hari kita
mengurangi kekuatan kita untuk memuliakan Allah, padahal Dia menuntut segenap
tenaga pikiran dan jasmani kita. Dengan kebiasaan-kebiasaan kita yang salah,
kita semakin melepaskan pegangan hidup namun masih mengaku pengikut Kristus,
yang siap untuk jamahan terakhir bagi kebakaan.
Saudaraku, engkau mempunyai satu pekerjaan untuk dilakukan.
Tidak ada orang lain yang dapat melakukannya bagimu. Bangunlah dari tidurmu.
Kristus akan menganugerahkan hidup bagimu. Ubahlah cara hidupmu; cara makan,
cara minum dan cara kerja. Sementara engkau mengikuti arah yang engkau telah
jalani bertahun-tahun, engkau tidak dapat membedakan dengan jelas perkara yang
kudus dan yang kekal. Perasaanmu telah dikebalkan dan intelekmu digelapkan.
Engkau tidak bertumbuh di dalam kasih karunia dan pengetahuan akan kebenaran
walau diberi kesempatan bagimu. Engkau tidak bertambah dalam kerohanian, tetapi
semakin terjerumus dalam gelap.
Manusia adalah mahkota ciptaan Allah, diciptakan dalam citra
Allah dan dibentuk sebagai gambar Allah…. Manusia sangat tinggi nilainya bagi
Allah, karena dia dibentuk dalam citra-Nya sendiri. Fakta ini haruslah
meyakinkan kita betapa pentingnya pengajaran, dengan kata-kata dan contoh
perbuatan dosa pencemaran, oleh memanjakan selera atau oleh kegiatan lain yang
penuh dosa; tubuh yang dibentuk untuk mewakili Allah di dunia ini.
Pengaruh Pelanggaran Hukum Fisik
Terhadap Pikiran
Allah menuntut kemajuan yang berkesinambungan dari umat-Nya.
Perlu kita pelajari bahwa selera yang dimanjakan adalah penghalang besar pada
perbaikan mental dan penyucian jiwa. Dengan segala pengetahuan kita tentang
reformasi kesehatan, banyak di antara kita makan dengan tidak teratur.
Janganlah menyediakan lebih banyak makanan atau lebih
bervariasi pada hari Sabat dibanding dengan hari-hari lain. Sebaliknya, makanan
harus lebih sederhana dan lebih sedikit, agar pikiran lebih terang dan lebih
kuat untuk memahami perkara-perkara rohani. Lambung yang terlalu penuh membuat
otak buntu. Kata-kata yang paling berharga mungkin didengar juga tetapi tidak
dihargai, karena pikiran dibingungkan oleh makanan yang tidak teratur. Kalau
seseorang makan terlalu kenyang pada hari Sabat, mereka lebih banyak bergerak
daripada berpikir membuatnya tidak pantas menerima manfaat Sabat pada
kesempatan yang mulia itu.
Telah ditunjukkan padaku bahwa beberapa dari perkumpulan
kemah kita keadaannya jauh dari yang dikehendaki Tuhan. Para peserta datang
tanpa persiapan akan kunjungan Roh Kudus Allah. Biasanya kaum wanita
menggunakan banyak waktu sebelum pertemuan itu untuk menyediakan pakaian dan
perhiasan lahiriah, bukan perhiasan batin. Perhiasan batinlah yang sangat
bernilai di pemandangan Tuhan. Banyak pula waktu digunakan untuk memasak
makanan yang tidak perlu; persediaan kue mewah, dan segala jenis yang merusak
pemakannya secara positif. Sekiranya kaum wanita itu menyediakan makanan sehat
secara sederhana, maka seluruh keluarga lebih bersedia menerima firman yang
hidup, dan lebih lunak menerima pengaruh Roh Kudus.
Seringkali perut dijejali dengan makanan yang jarang dimakan
di rumah, di mana kegiatan gerak badan dilakukan dua atau tiga kali lipat.
Inilah yang menyebabkan otak itu sangat malas sehingga tidak dapat menghargai
perkara-perkara abadi. Setelah selesai acara perkemahan, mereka kecewa karena
tidak dapat menikmati lebih banyak pengaruh Roh Kudus…. Biarlah persiapan
pakaian dan makanan dinomor duakan, karena penyelidikan hati secara mendalam
dimulai di rumah.
Pengaruh Terhadap Penghargaan akan Kebenaran
Sekalipun kamu ketat memilih kualitas makananmu, apakah kamu
memuliakan Allah dalam tubuh dan rohmu yang menjadi milik-Nya dengan mengambil
begitu banyak makanan? Mereka yang menjejali perut dengan makanan, mereka juga
membebani alam, sehingga tidak dapat menghargai kebenaran yang mereka dengar.
Mereka tidak dapat membangkitkan kepekaan perasaan otak yang sudah dilumpuhkan
untuk menyadari nilai penebusan dan pengorbanan besar yang telah diberikan
kepada manusia berdosa. Orang seperti itu tidak dapat menghargai upah yang
sangat besar dan indah yang disediakan bagi para pemenang yang setia. Janganlah
biarkan sifat kebinatangan yang ada pada kita menguasai moral dan intelek.
Sebagian masih memanjakan hawa nafsu yang berperang melawan
jiwa. Inilah penghalang yang selalu mengganggu kemajuan kerohanian. Mereka
selalu disiksa oleh hati nurani yang menuduh kesalahan. Ketika kebenaran
dinyatakan, mereka siap untuk dipersalahkan. Mereka tertuduh sendiri dan merasa
yang hal itu sengaja dipilih untuk menyinggung masalah mereka. Mereka merasa
sedih dan terluka sehingga menarik diri mereka dari perhimpunan orang-orang
saleh. Mereka meninggalkan perkumpulan karena merasa hati nurani mereka tidak
lagi terganggu. Akhirnya keinginan mereka hilang untuk menghadiri kumpulan dan
mengasihi kebenaran. Kemudian mereka kembali dan bergabung dengan pemberontak;
kecuali bertobat sepenuhnya, mereka berada di bawah kibaran panji-panji Setan
yang hitam. Sekiranya mereka ini me-nyalibkan hawa nafsu daging yang berperang
melawan jiwa, mereka akan keluar dari jalan itu di mana panah-panah kebenaran
akan beterbangan melewati mereka. Tetapi sementara mereka memanjakan hawa
nafsu, dengan demikian mereka memuja berhala, mereka menempatkan diri sebagai
sasaran panah-panah kebenaran. Kalau kebenaran saja yang dibicarakan, mereka
pasti terluka kena panah itu….
Bahan-bahan perangsang non-alamiah dapat merusak kesehatan
dan me-lumpuhkan otak sehingga tidak mungkin lagi menghargai perkara-perkara
abadi. Mereka yang memuja berhala ini tak dapat menilai keselamatan dengan
benar, di mana Kristus telah menyelamatkan manusia berdosa dari kematian. Ini
dilakukan-Nya dengan penyangkalan diri, penderitaan dan kecaman yang tak
habis-habisnya, dan akhirnya menyerahkan diri-Nya yang tak berdosa itu sebagai
korban.
Mentega dan daging merangsang. Bahan ini melukai lambung dan
merusak selera. Saraf-saraf otak yang peka itu sudah dilumpuhkan. Selera
kebinatangan bertambah dan mengorbankan kecakapan intelek dan moral. Kuasa yang
lebih tinggi bertambah lemah, yang seharusnya adalah pengatur, sehingga
perkara-perkara abadi tidak lagi dibedakan. Maka terjadilah kelumpuhan
kerohanian dan pengabdian diri. Setan merasa menang melihat betapa mudahnya dia
dapat masuk melalui selera sehingga menguasai intelek laki-laki dan perempuan,
yang seharusnya dibutuhkan oleh Pencipta untuk melakukan satu pekerjaan yang
besar dan baik.
Pengaruh Atas Kesanggupan Membedakan
dan Memutuskan
Apa saja yang mengurangi kekuatan fisik itu juga melemahkan
pikiran, dan menurunkan kesanggupannya untuk membedakan yang benar dari yang
salah. Kita menjadi kurang sanggup memilih yang baik, dan kekuatan kemauan
menurun untuk melakukan apa yang kita tahu benar.
Penyalahgunaan kuasa tubuh akan memperpendek usia, padahal
hidup kita dapat digunakan untuk kemuliaan Allah. Kita juga tidak layak
melakukan pekerjaan Allah.
Mereka, yang telah menerima terang tentang kesederhanaan
makanan dan pakaian, dalam penurutan hukum fisik dan moral, yang masih
menyimpang dari terang yang menunjukkan tugas mereka, akan menghindari tugas
dalam hal-hal lain. Dengan menolak salib, yang mereka harus pikul agar selaras
dengan hukum alam, mereka menumpulkan hati nurani. Mereka akan melanggar
Sepuluh Hukum untuk menghindari celaan. Yang lain tidak mau memikul salib lalu
menghina beban yang memalukan itu.
Mereka yang mendatangkan penyakit ke atas dirinya sendiri,
dan merasa puas dengan itu, tentu memiliki tubuh dan pikiran yang tidak sehat.
Mereka tidak dapat menimbang bukti-bukti kebenaran atau memahami tuntutan
Allah. Juruselamat kita tidak akan mengulurkan tangan-Nya cukup rendah untuk
mengangkat orang seperti itu dari keadaan yang merosot sementara mereka tetap
berusaha menenggelamkan diri lebih dalam.
Semua orang dituntut untuk melakukan apa yang mereka dapat
lakukan dalam memelihara kesehatan tubuh dan kecerdasan otak. Kalau mereka puas
dengan selera kotor, dan dengan demikian menumpulkan kepekaan mereka dan
menurunkan daya pikir, sehingga mereka tidak dapat menghargai tabiat Allah yang
ditinggikan, atau kesukaan mempelajari firman-Nya, maka mereka akan merasa
pasti, bahwa Allah tidak menerima persembahan mereka yang tidak layak seperti
halnya persembahan Kain. Allah menuntut mereka supaya membersihkan diri dari
segala kekotoran tubuh dan pikiran, menyempurnakan kesucian dalam takut akan
Tuhan. Setelah manusia melakukan segalanya dengan kuasa untuk memulihkan
kesehatan, oleh menyangkal selera dan nafsu kotor, agar dia memiliki pikiran
sehat dan angan-angan hati yang disucikan, agar dia mempersembahkan kepada
Allah satu persembahan dalam kebenaran, maka dia diselamatkan oleh satu
mukjizat kemurahan Allah seperti bahtera di atas air yang berkecamuk. Nuh telah
melakukan segala yang dituntut Allah dari padanya dalam pembuatan bahtera yang
tangguh; barulah Allah melakukan yang tak dapat dilakukan manusia dan
melindungi bahtera itu dengan kuasa-Nya yang ajaib.
Penyalahgunaan perut untuk pemuasan selera adalah sumber
utama kesusahan yang menimpa jemaat. Mereka yang makan dan bekerja secara tidak
bertarak tanpa per-timbangan, biasanya bicara dan bertindak tanpa pertimbangan
pula. Orang yang tak bertarak tidak dapat menjadi orang yang sabar. Tidak
bertarak bukan artinya minum minuman ber-alkohol. Dosa karena makan tidak
bertarak, makan terlalu sering, terlalu banyak, makan makanan mewah yang tidak
sehat, semuanya merusak fungsi alat
Sebagian orang mengejek pekerjaan reformasi ini dan
mengatakan itu tidak perlu, bahwa itu adalah satu rangsangan untuk mengalihkan
pikiran dari kebenaran masa kini. Mereka mengatakan bahwa hal itu terlalu
dibesar-besarkan. Orang seperti itu tidak tahu apa yang mereka katakan.
Sementara laki-laki dan perempuan yang mengaku saleh dihinggapi penyakit mulai
dari batok kepala sampai ke telapak kaki, sementara tenaga tubuh, pikiran dan
roh dilemahkan karena pemuasan hawa nafsu dan pekerjaan yang terlalu berat,
bagaimanakah mereka dapat menimbang bukti-bukti kebenaran, dan memahami segala
tuntutan Allah? Kalau kuasa moral dan intelek sudah dikelabui, mereka tidak
dapat menghargai nilai pendamaian atau sifat pekerjaan Allah yang diagungkan itu,
dan tidak senang pula mempelajari firman-Nya. Bagaimanakah seorang yang
mengalami gangguan saraf siap memberi jawaban kepada setiap orang yang bertanya
tentang dasar-dasar iman yang ada padanya, dengan sabar dan rasa takut? Berapa
cepatkah orang itu akan menjadi bingung dan tergoncang, dan dengan imajinasinya
yang sudah kabur, dapatkah ia dituntun untuk memandang segala perkara di bawah
terang yang sama sekali salah, dan dengan kurangnya kesabaran dan ketenangan
yang menandai hidup Kristus, dapatkah orang itu menolak pernyataannya sementara
menghadapi seorang yang tidak berakal? Untuk memandang segala perkara dari
sudut ukuran agama yang tinggi, kita harus menjadi reformator yang saksama
supaya menjadi seperti Kristus.
Saya melihat bahwa Bapa kita yang di surga telah memberikan
berkat besar kepada kita, yaitu terang reformasi kesehatan, supaya kita dapat
menuruti tuntutan-Nya kepada kita, dan memuliakan Dia dalam jiwa raga kita yang
adalah milik-Nya, dan akhirnya kita dapat berdiri tanpa cacat-cela di hadapan
takhta Allah. Iman kita menuntut agar kita meninggikan standar dan melangkah
maju. Sementara banyak orang mempertanyakan arah yang dituju reformator
kesehatan lainnya, selaku orang yang berakal sehat, mereka sendiri harus
melakukan sesuatu. Bangsa kita berada dalam kondisi yang menyedihkan, karena
menderita berjenis-jenis penyakit. Banyak orang sudah menderita penyakit.
Mereka sangat menderita karena kebiasaan-kebiasaan salah dari orang tua mereka.
Namun, mereka tetap menuruti jalan yang salah, dan anak-anak mereka menyusul.
Mereka jatuh sakit dan tidak menyadari bahwa kebiasaan mereka yang salah
mendatangkan penderitaan besar.
Ada beberapa orang yang cukup memahami bagaimana
kebiasaan-kebiasaan makan mereka yang berhubungan dengan kesehatan, tabiat,
kegunaan mereka di dunia ini, dan tujuan mereka yang kekal. Saya melihat bahwa
adalah tugas bagi mereka, yang sudah menerima terang dari surga dan yang telah
menerima keuntungan kalau berjalan di dalamnya, untuk menyatakan keinginan yang
lebih besar bagi mereka yang masih menderita karena kurang berpengetahuan. Para
pemelihara Sabat yang sedang menantikan kedatangan Juruselamat, seharusnya
menjadi orang yang tidak menyatakan kekurangan minat dalam pekerjaan reformasi
yang besar ini. Laki-laki dan perempuan haruslah dididik dan para pendeta dan
orang awam harus merasa bahwa beban pekerja-an itu terletak pada mereka untuk
mengajarkan dan menekankannya kepada orang lain.
Kebiasaan-kebiasaan fisik
menunjang peranan penting bagi kemajuan setiap orang. Lebih teliti kamu
dalam hal makanan, lebih sederhana dan tanpa bahan perangsang, maka lebih
mantap pertahanan tubuh dalam kegiatan yang seimbang, dan lebih jelaslah konsep
tentang tugasmu. Setiap kebiasaan dan praktik hidup haruslah diteliti dengan
saksama, agar kelemahan tubuh jangan menudungi segala sesuatu.
Kesehatan kita ditunjang oleh apa yang kita makan. Jikalau
selera kita tidak dikuasai oleh pikiran yang disesuaikan, jikalau kita tidak
bertarak dalam hal makan dan minum, kita tidak memperoleh kesehatan tubuh dan mental
untuk mempelajari firman Tuhan dengan semboyan “Beginilah firman Tuhan!” Apakah
yang akan kulakukan supaya dapat mewarisi hidup kekal? Kebiasaan yang tidak
sehat akan menghasilkan kondisi yang tidak sehat dalam organ tubuh. Lalu
perutnya yang halus selaku mesin hidup akan terluka dan akhirnya tidak sanggup
melakukan tugasnya dengan baik. Cara makan dan minum dekat dengan gerbang dosa
dan pencobaan.
Apabila Juruselamat manusia dengan kekuatan Ilahi-Nya merasa
perlu berdoa, betapa lebih besar manusia lemah dan berdosa seharusnya merasa
kebutuhannya dalam doa yang sungguh-sungguh dan senantiasa. Waktu Kristus
diserang pencobaan yang luar biasa, Dia tidak makan. Dia menyerahkan diri pada
Allah. Melalui doa yang sungguh-sungguh dan kepasrahan sempurna kepada
Bapa-Nya, Dia keluar sebagai pemenang. Mereka yang mengaku memegang kebenaran
masa kini, di atas semua golongan yang mengaku umat beragama, haruslah meniru
Teladan Agung dalam doa. “Seorang murid haruslah menjadi serupa dengan
Gurunya.”
Meja makan kita sering dipenuhi dengan makanan mewah yang
tidak menyehatkan dan tidak perlu, karena kita menggandrunginya lebih daripada
penyangkalan diri, bebas dari penyakit dan kecerdasan otak. Yesus dengan
sungguh-sungguh mencari kekuatan dari Bapa-Nya. Anak Allah menganggap ini lebih
berharga bagi-Nya daripada duduk di meja makan yang penuh makanan mewah. Dia
telah membuktikan pada kita bahwa doa sangat penting menerima kekuatan melawan
kuasa kegelapan dan melakukan tugas yang dipercayakan pada kita. Kekuatan kita sendiri
adalah kelemahan; tetapi yang diberikan Allah pada kita adalah kuasa, sehingga
setiap orang yang memperolehnya lebhi besar daripada seorang pemenang.
Akibatnya Terhadap Pengaruh dan
Kegunaan
Kasihan kalau perut itu dijejali dengan makanan yang tidak menyehatkan
sedangkan kita harus menyangkal diri. Makanan yang dijejalkan demikian membusuk
di dalam perut. Penderitaan perut itu mempengaruhi otak. Pemakan yang gelojoh
tidak menyadari bahwa dia sedang merusak dirinya sehingga tidak sanggup memberi
nasihat yang bijaksana, dan menurunkan kualitasnya dalam meletakkan rencana
bagi kemajuan pekerjaan Tuhan. Memang demikianlah halnya. Dia tidak dapat
mengenal perkara-perkara rohani. Di dalam rapat, dia mengatakan tidak yang
seharusnya Amin atau Ya. Dia
Beberapa orang tak dapat diyakinkan tentang pentingnya
makanan dan minuman demi kemuliaan Allah. Pemanjaan hawa nafsu mempengaruhinya
dalam segala aspek kehidupan. Hal ini nampak dalam lingkungan keluarga, jemaat,
kumpulan permintaan doa, dan di dalam tabiat anak-anak mereka. Itulah yang
menjadi kutuk dalam kehidupan mereka. Kamu tidak dapat meyakinkan mereka akan
kebenaran masa kini. Allah telah menyediakan dengan limpahnya kelangsungan
hidup dan kebahagiaan semua makhluk ciptaan-Nya. Jikalau hukum-Nya tidak
dilanggar, dan semua orang berlaku sesuai dengan kemauan Ilahi, maka kesehatan,
damai dan kebahagiaan akan dialami gantinya kesengsaraan dan kejahatan yang
berkesinambungan.
Penebus dunia ini mengetahui bahwa pemanjaan selera akan
membawa kelesuan fisik, organ yang berhubungan dengan pengertian begitu
dimatikan sehingga perkara-perkara suci dan kekal tak dapat dibedakan.
Kristus mengetahui bahwa dunia telah menyerah kepada
kegelojohan dan bahwa pemanjaan ini akan merusak kuasa moral. Pemanjaan selera
ini begitu kuat mempengaruhi umat manusia sehingga untuk mematahkan kuasa ini,
Yesus perlu berpuasa hampir enam minggu demi manusia itu sendiri. Seorang umat
Allah mempunyai tugas besar agar dia dapat mengalahkan penggodaan seperti
Kristus telah menang. Kekuatan pencobaan untuk memanjakan selera yang salah itu
dapat diukur hanya dengan penderitaan Kristus yang tak terperikan selama
berpuasa di padang gurun.
Kristus mengetahui bahwa agar rencana keselamatan dapat dilaksanakan
dengan sukses, Dia harus memulai pekerjaan penebusan manusia di mana kerusakan
mulai terjadi. Adam jatuh karena pemanjaan selera. Untuk meyakinkan manusia
akan kewajibannya terhadap hukum Allah, Kristus memulai pekerjaan penebusan
dengan mereformasi kebiasaan-kebiasaan manusia. Penurunan kebajikan dan
kemerosotan bangsa adalah berkaitan dengan pemanjaan selera yang sudah
diselewengkan.
Kewajiban Istimewa dan Pencobaan Khusus
bagi Gembala
Ada satu kewajiban mulia untuk semua orang, khususnya bagi
para gembala yang mengajarkan kebenaran, yaitu mengalahkan selera. Kegunaan
mereka akan jauh lebih besar jika mereka menguasai selera dan hawa nafsu.
Kekuatan mental dan moral mereka akan lebih kuat jika mereka menggabungkan
pekerjaan fisik dengan mental. Dengan kebiasaan yang sangat ketat, dan dengan
gabungan pekerjaan fisik dan mental, mereka dapat melakukan lebih banyak
pekerjaan dan mempertahankan pikiran yang cerdas. Jikalau mereka mengejar
tujuan seperti itu, maka pikiran dan kata-kata mereka akan lebih lancar,
kegiatan agama akan lebih bersemangat, dan kesan kepada para pendengar akan
lebih nyata.
Makan dengan tidak bertarak, walaupun makanannya berkualitas
tinggi, akan membawa pengaruh buruk kepada organ tubuh, dan akan menumpulkan
perasaan hati yang tajam dan yang suci sekalipun.
Banyak orang membawa ke tempat perkemahan makanan yang sama
sekali tidak cocok untuk kumpulan seperti itu, kue-kue mewah dan sejumlah jenis
makanan yang akan merusak pencernaan seorang pekerja yang sehat. Tentu saja
yang terbaik pun tidak selamanya baik untuk pendeta. Anggota mengirim makanan
ini ke meja makannya atau mengundangnya ke meja makan mereka. Dalam hal ini
para pendeta tergoda untuk makan terlalu banyak, yaitu makanan yang berbahaya.
Bukan hanya kecakapan mereka yang berkurang di perkemahan itu; mereka akan
menderita ketidakberesan pencernaan.
Pendeta harus mengurangi keramahan ini, walaupun nampaknya
dia jadi kurang sopan. Biarlah anggota mengurangi kebaikan hati seperti itu
demi pendetanya. Mereka bersalah jikalau mereka menggoda pendeta untuk makan
makanan yang tidak menyehatkan. Dengan demikian, banyaklah keterampilan
berharga hilang dalam pekerjaan Tuhan. Banyak lagi yang walaupun mereka masih
hidup tetapi sudah
Dengan ilham Roh Allah, Rasul Paulus menulis: “apa pun yang
kamu lakukan,” walaupun perihal makan dan minum seharusnya dilakukan “demi
kemuliaan Allah” bukan memuaskan satu selera yang salah tetapi dalam rasa
tanggung jawab. Setiap bagian tubuh manusia harus dilindungi. Kita harus
waspada agar apa yang dimasukkan ke dalam perut janganlah melemahkan pikiran
yang suci dan murni. Tidak dapatkah aku melakukan apa yang menyenangkan hatiku?
Itulah yang ditanyakan oleh beberapa orang seakan-akan kami menahankan hal-hal
yang baik dari mereka, padahal kami hanya menganjurkan cara makan yang
bijaksana, agar mereka menyesuaikan kebiasaannya dengan hukum Allah yang sudah
ditetapkan.
Setiap orang mempunyai hak asasi. Kita masing-masing
mempunyai pribadi dan identitas kita sendiri. Tidak ada orang yang mau
membenamkan identitasnya di dalam diri orang lain. Semua orang bertindak sesuai
dengan kata hati mereka sendiri. Mengenai tanggung jawab dan pengaruh kita yang
diberkati Allah sebagaimana hidup kita, bermula dari pada-Nya. Ini tidak kita
peroleh dari manusia, tetapi hanya dari Allah. Kita adalah milik-Nya
berdasarkan penciptaan dan penebusan. Tubuh bukanlah milik kita sendiri yang
akan kita perlakukan sekehendak kita, untuk merusaknya dengan kebiasaan yang
merosot sehingga tidak mungkin bagi kita untuk memberikan pelayanan yang
sempurna kepada Allah. Hidup dan pikiran kita adalah milik-Nya. Dia melindungi
kita setiap saat. Dia menjaga mesin itu tetap hidup. Jikalau kita dibiarkan
menjalankannya sendiri sedetik pun, kita akan mati. Kita sepenuhnya bergantung
kepada Allah. Kita mendapat satu pelajaran penting apabila kita memahami
hubungan kita dengan Allah, dan hubungan-Nya dengan kita. Kata-kata yang
berbunyi: “Kamu bukanlah milikmu sendiri, kamu sudah dibeli dengan harga
tunai,” seharusnya tersimpan di dalam ingatan supaya kita dapat senantiasa
mengakui hak-hak Allah atas talenta kita, harta benda kita, pengaruh kita dan
pribadi kita. Kita perlu mempelajari bagaimana sebaiknya memperlakukan anugerah
Allah dalam pikiran, tubuh dan jiwa agar kita dapat memberikan pelayanan yang
baik dan sehat kepada-Nya karena kita adalah milik-Nya.
Terang bersinar di jalanmu yang menuju reformasi kesehatan.
Begitu juga tugas melakukan pertarakan dalam segala hal itu diserahkan pada
umat Allah, pada zaman akhir ini. Saya melihat kamu di antara sejumlah orang
yang mundur, melihat sinar dan memperbaiki cara makan, cara minum dan cara
bekerja. Sementara sinar kebenaran diterima dan dituruti, sinar itu akan
melakukan reformasi dengan saksama dalam kehidupan dan tabiat mereka yang
disucikan olehnya.
Hubungan dengan Hidup yang Menang
Makan, minum dan berpakaian, semua membawa pengaruh langsung
kepada kemajuan kerohanian kita.
Banyak jenis makanan yang dimakan bebas oleh orang kafir
menjadi larangan bagi orang Israel. Ini bukan hanya perbedaan tertentu.
Perkara-perkara yang dilarang itu adalah makanan yang tidak sehat. Pengumuman
tentang makanan haram itu memberikan satu pelajaran bahwa penggunaan makanan
yang merusak kesehatan adalah mencemarkan tubuh. Yang merusak tubuh cenderung
merusak juga jiwa. Itu tidak melayakkan dia berkomunikasi dengan Allah, tidak
layak juga untuk pelayanan yang kudus dan agung.
Roh Tuhan tidak dapat menolong kita, dan membantu kita dalam
penyempurnaan tabiat kita, sementara kita memanjakan selera sampai merusak
kesehatan, dan sementara kesombongan menguasai diri.
Semua orang yang mewarisi sifat Ilahi akan lepas dari
kebusukan nafsu di dunia ini. Tak mungkin bagi orang yang memanjakan selera
untuk memperoleh kesempurnaan Kristen.
Inilah penyucian yang benar. Itu bukan hanya satu teori,
satu emosi, atau bentuk kata-kata, tetapi prinsip yang hidup dan aktif memasuki
hidup kita sehari-hari. Itu menuntut agar kebiasaan kita waktu makan, minum,
dan berpakaian semua menunjang kesehatan fisik, mental dan moral agar kita
dapat mempersembahkan tubuh kepada Tuhan bukan persembahan kebiasaan yang
salah, tetapi “satu persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.” (Lihat 254).
Kebiasaan kita akan hal makan dan minum menunjukkan apakah
kita orang dunia atau tergolong orang-orang yang diasingkan Allah dari dunia
dengan kebenaran-Nya yang perkasa itu.
Sifat tidak bertarak dalam hal makanlah yang menyebabkan
ketidakberdayaan sehingga kemuliaan Tuhan dirampas. Oleh karena kegagalan
menyangkal diri, banyak di antara umat Allah tak dapat mencapai standar
kerohanian yang tinggi yang telah ditetapkan bagi mereka meskipun mereka
menyesal dan bertobat, seluruh kekekalan akan menyaksikan sesuatu yang hilang
dari mereka oleh karena mementingkan diri.
Betapa banyak orang kehilangan berkat Allah yang disimpan
bagi mereka dan diberikan dalam keadaan sehat rohani dan jasmani. Ada banyak
jiwa yang bergumul untuk memperoleh kemenangan dan berkat khusus sehingga
mereka melakukan sesuatu perkara yang besar. Dalam hal ini mereka merasa tetap
harus bergumul di dalam doa dan linangan air mata. Apabila orang-orang seperti
itu mencari Tuhan dengan doa
“Setiap orang yang mau mengikut Aku,” kata Yesus kepada
mereka, “ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut
Aku.” Marilah kita mengikuti Juruselamat dalam kesederhanaan-Nya dan
penyangkalan diri-Nya. Marilah kita meninggikan Yesus dengan kata-kata dan
kehidupan kita yang kudus. Juruselamat mendekati mereka yang menyucikan diri
bagi Allah. Apabila ada suatu waktu di mana kita memerlukan pekerjaan Roh Allah
di dalam hati dan kehidupan kita, sekaranglah waktunya. Marilah kita memegang
teguh kuasa Ilahi untuk menghidupkan satu kehidupan yang kudus disertai
penyerahan diri.
Nenek moyang kita kehilangan Eden karena pemanjaan selera,
dan satu-satunya harapan kita memperoleh Eden kembali ialah melalui
penyangkalan selera dan nafsu secara teguh. Pertarakan dalam hal cara makan dan
penguasaan segala nafsu akan melindungi intelek dan memberikan kekuatan mental
dan moral, menyanggupkan manusia menguasai semua sifat-sifatnya dan membedakan
yang benar dari yang salah, yang suci dari yang biasa. Semua orang yang
benar-benar merasakan pengorbanan Kristus pada waktu meninggalkan istana-Nya di
surga dan datang ke dunia untuk melawan penggodaan, akan bersenang hati
menyangkal diri dan memilih menderita bersama Kristus. Kristus menunjukkan
dalam hidup-Nya bagaimana cara manusia mengalahkan pencobaan.
Takut akan Tuhan adalah permulaan segala hikmat. Mereka yang
telah menang sebagaimana Kristus telah menang akan senantiasa menjaga diri
untuk melawan penggodaan Setan. Selera dan nafsu harus dibatasi sesuai dengan
kata hati nurani, supaya intelek tidak menyimpang, kuasa pemikiran jelas,
sehingga pekerjaan Setan dan jeratnya tidak disalahpahami sebagai sesuatu yang
datangnya dari Allah. Banyak orang menginginkan kemenangan dan upah terakhir
yang akan diberikan kepada pemenang tetapi tidak sudi bekerja keras menyangkal
diri, seperti Penebus. Hanya melalui penurutan dan usaha yang berkesinambungan
kita akan menang sebagaimana Kristus telah menang.
Dengan mengendalikan kuasa selera ribuan manusia tidak akan
rusak, karena jikalau mereka menang dalam hal ini, mereka akan mempunyai kuasa
moral mengalahkan setiap pencobaan Setan. Tetapi mereka yang menjadi hamba
selera akan gagal dalam menyempurnakan tabiat Kristen. Pelanggaran manusia yang
terus-menerus selama 6000 tahun telah membawa penyakit, rasa sakit, kematian
dan segala akibatnya. Sementara kita mendekati akhir sejarah, penggodaan Setan
untuk memanjakan selera akan lebih berkuasa dan lebih sukar untuk dikalahkan.
Dia yang mengingini terang Allah tentang reformasi kesehatan
mempunyai satu pertolongan saat menyucikan diri melalui kebenaran. Dia layak
mendapat kekekalan.
Hubungan
Cara Makan dengan Moral
Pencemaran Moral pada Zaman Dahulu
Manusia yang hidup sebelum Air Bah makan daging hewan dan
memuaskan nafsu sampai piala kejahatan penuh, sehingga Allah membersihkan bumi
ini dari pencemaran moral dengan Air Bah….
Sejak kejatuhan manusia dosa merajalela. Sementara masih ada
yang tetap setia kepada Allah, mayoritas dari mereka telah mencemarkan
kehidupan mereka di hadapan-Nya. Pemusnahan Sodom dan Gomora disebabkan oleh
kejahatan penduduknya. Mereka tidak mengekang selera kemudian nafsu mereka
sudah merajalela, begitu merosotnya akhlak mereka, dosa mereka begitu keji
sehingga piala kejahatan begitu penuh, dan kemudian mereka dihanguskan oleh api
dari surga.
Dosa yang sama muncul di zaman kita sehingga murka Allah
dicurahkan ke dunia ini seperti pada zaman Nuh. Sekarang ini laki-laki dan
perempuan mengubah cara makan dan minum kepada kerakusan dan kemabukan. Dosa
yang merajalela, pemanjaan selera yang salah, telah membakar nafsu laki-laki
pada zaman Nuh sehingga terjadilah kemerosotan moral sampai kejahatan dan
kekerasan mereka naik ke surga dan Allah menyucikan bumi ini dari pencemaran
moral oleh Air Bah.
Dosa kerakusan dan kemabukan melumpuhkan kepekaan moral
penduduk Sodom sehingga kejahatan itu nampaknya menjadi kesenangan laki-laki
dan perempuan di kota maksiat itu. Kristus memberi amaran kepada dunia:
“Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum,
mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot keluar
dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan
mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari di mana Anak Manusia
menyatakan diri-Nya.”
Kristus meninggalkan bagi kita suatu pelajaran yang sangat
penting. Dalam pengajaran-Nya, Dia tidak mendorong kita supaya bermalas-malas.
Contoh yang diberikan-Nya bertentangan dengan hal ini. Kristus adalah seorang
pekerja yang bersungguh-sungguh. Hidup-Nya penuh dengan penyangkalan diri,
kerajinan, kesabaran, keterampilan dan penghematan. Dia dapat memaparkan di
hadapan kita bahaya menjadikan makan dan minum yang terpenting. Dia menyatakan
akibat dari penyerahan diri kepada pemanjaan selera. Kuasa moral dilemahkan,
sehingga dosa tidak tampak berbahaya. Kejahatan dianggap remeh, nafsu kebinatangan
menguasai pikiran, sampai seluruhnya membusuk tanpa prinsip dan kata hati.
Kemudian Allah dihinakan. Semua ini adalah karena makan dan minum terlalu
banyak. Kondisi seperti inilah dikatakan-Nya akan muncul sebelum kedatangan-Nya
yang kedua kali. Apakah laki-laki dan perempuan akan diberikan amaran? Apakah
mereka mau mengasihi terang, atau mau menjadi hamba selera dan nafsu? Kristus
menghadapkan kepada kita sesuatu yang tinggi untuk diusahakan lebih daripada
apa yang akan kita makan, apa yang akan kita minum, atau apa yang akan kita
pakai. Makan minum dan berpakaian begitu berlebihan sampai menjadi kejahatan,
ini adalah salah satu dosa yang besar di zaman akhir yang menjadi salah satu
tanda kedatangan Kristus. Waktu, uang dan kekuatan yang menjadi milik Tuhan,
yang telah dipercayakan kepada kita, telah diboroskan dalam pakaian yang mewah
dan kesenangan nafsu yang diselewengkan, yang menurunkan daya tahan tubuh dan
membawa penderitaan dan kemerosotan. Tidak mungkin mempersembahkan tubuh kita
sebagai suatu korban yang hidup kepada Allah sementara tubuh itu dipenuhi
dengan kejahatan dan penyakit oleh pemanjaan kita yang penuh dosa itu.
Kejahatan Merajalela karena Selera yang
Tidak Terkendali
Banyak orang merasa heran bahwa umat manusia begitu merosot dalam
hal fisik, mental dan moral. Mereka tidak memahami bahwa itu adalah pelanggaran
terhadap aturan dan hukum Allah, dan pelanggaran terhadap hukum kesehatan yang
menghasilkan kemerosotan sedemikian. Pelanggaran akan hukum Allah telah
menjauhkan tangan Allah yang penuh kemakmuran itu.
Makan dan minum secara tidak bertarak, pemanjaan nafsu
kebinatangan, telah melumpuhkan perasaan sehingga perkara-perkara suci
disamakan dengan perkara-perkara yang biasa.
Mereka yang membiarkan diri mereka diperhamba oleh selera
yang rakus, sering melangkah lebih jauh dan merendahkan derajat mereka oleh
pemanjaan nafsu, yang dirangsang karena makan dan minum tidak bertarak. Mereka
melepaskan nafsu kebinatangan sehingga intelek dan kesehatan sangat menderita.
Pertimbangan sehat menjadi rusak karena kebiasaan kejahatan yang melampaui
batas.
Makan dan minum tidak teratur, berpakaian dengan tidak
pantas, merendahkan pemikiran dan mencemarkan hati, dan juga memperbudak sifat
jiwa yang agung sampai mencapai pada taraf nafsu kebinatangan.
janganlah orang yang mengaku saleh menganggap sepele
kesehatan tubuh, dan memuji diri mereka bahwa kurang pertarakan bukanlah dosa
dan tidak mempengaruhi kerohanian. Ada hubungan erat antara alam fisik dan alam
moral. Standar kebajikan ditinggikan atau direndahkan oleh kebiasaan fisik.
Makan makanan terbaik secara berlebihan akan menghasilkan kondisi perasaan
moral yang lemah. Jikalau makanan itu bukanlah yang paling menyehatkan,
pengaruhnya lebih berbahaya lagi. Kebiasaan apa saja yang tidak meningkatkan
kegiatan organ tubuh, merendahkan pemikiran yang cerdas dan agung. Kebiasaan
makan dan minum yang salah akan menyebabkan pemikiran dan perbuatan yang salah.
Pemanjaan selera mendukung sifat kebinatangan dan menguasai pikiran dan roh.
“Hindarkan nafsu daging yang berperang melawan jiwa,” adalah
bahasa Rasul Petrus. Banyak menganggap amaran ini hanya berlaku kepada orang
yang amoral; tetapi itu mempunyai makna yang lebih luas. Itu melindungi kita
dari setiap pemuasan selera dan nafsu yang berbahaya. Amaran ini menyangkut
penggunaan bahan perangsang dan narkotik seperti teh, kopi, tembakau, alkohol
dan morfin. Pemanjaan seperti ini dapat digolongkan di antara nafsu dan membawa
pengaruh jahat terhadap tabiat moral. Makin cepat kebiasaan berbahaya ini dibentuk,
maka semakin pasti mereka merendahkan standar kerohanian.
Engkau perlu bertarak dalam segala hal. Peliharalah kuasa
pemikiran yang lebih tinggi, sehingga pertumbuhan sifat kebinatangan lebih
lambat. Tidak mungkin bagimu menambah kekuatan rohani sementara selera dan
nafsumu tidak dikuasai seluruhnya. Rasul yang diilhamkan itu berkata: “Tetapi
aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan
injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
Saudaraku, saya mohon kepadamu, bangkitlah dan biarkanlah
pekerjaan Roh Allah mencapai lebih dalam bukan hanya di luar. Biarlah itu
menyusup ke dalam mencapai titik tolak setiap kegiatan. Yang dikehendaki adalah
prinsip yang teguh dan kekuatan dalam kegiatan rohani sebagaimana dalam hal-hal
jasmani. Engkau masih kurang bersungguh-sungguh. Oh, betapa banyak yang rendah
dalam ukuran kerohanian karena mereka tidak mau menyangkal hawa nafsu mereka!
Saraf otak dilumpuhkan oleh karena makan terlalu banyak. Ketika orang yang
seperti itu memasuki rumah Allah pada hari Sabat, mereka tidak dapat menahan
rasa kantuk. Ajakan yang paling serius tak dapat membangkitkan intelek yang
sudah tumpul dan lemah. Kebenaran dapat dihadapkan dengan perasaan yang
mendalam tetapi itu tidak dapat merangsang pemikiran atau menerangi pengertian.
Apakah mereka sudah belajar dalam segala perkara demi kemuliaan Allah?
Pengaruh Makanan Sederhana
Sekiranya semua orang yang mengaku menurut hukum Allah bebas
dari kejahatan, jiwaku akan merasa lega; tetapi mereka bukanlah demikian. Ada
beberapa yang mengaku memelihara semua hukum Allah, namun mereka bersalah dalam
dosa perzinaan. Apakah yang saya dapat katakan untuk membangkitkan perasaan
mereka yang sudah lumpuh? Prinsip moral yang dituruti dengan ketat menjadi
satu-satunya pelindung jiwa. Sekaranglah waktunya apabila makanan itu haruslah
yang paling sederhana. Janganlah menyuguhkan makanan daging kepada anak-anak.
Pengaruhnya merangsang dan menguatkan nafsu yang tak terkendalikan, dan
mempunyai kecenderungan untuk mematikan kuasa moral. Biji-bijian dan
buah-buahan disediakan tanpa lemak, sedapat mungkin disediakan secara alamiah
itulah makanan di atas meja orang-orang yang mengaku mempersiapkan diri untuk
diubahkan dan dibawa ke surga. Lebih sederhana makanan lebih mudah dikuasai
selera. Pemuasan tidak seharusnya dianggap menyimpang dari kesehatan fisik,
intelek dan moral.
Pemanjaan nafsu yang tak terkendalikan akan menyebabkan
banyak orang yang menutup mata terhadap terang kebenaran karena mereka takut
melihat dosa yang mereka tidak mau tinggalkan. Semua orang dapat melihatnya
kalau mereka mau. Jikalau mereka mau memilih kegelapan bukan terang, kejahatan
mereka tidaklah lebih kecil. Mengapa laki-laki dan perempuan tidak membaca
sehingga mereka mengerti akan hal ini, yang mempengaruhi kekuatan fisik,
intelek dan moral? Allah telah memberikan kepadamu satu lingkungan untuk
dipelihara dalam kondisi yang terbaik demi pekerjaan dan
kemuliaan-Nya.
Pertarakan Menolong Penguasaan Moral
Kualitas makananmu itu tidaklah menyehatkan dan sederhana
yang menciptakan jenis darah yang paling baik. Darah kotor pasti akan
melemahkan kuasa intelek dan moral, dan membangkitkan serta menguatkan nafsumu
yang tak terkendalikan itu. Tidak seorang pun di antara kamu yang dapat
memperoleh makanan dengan tergesa-gesa; karena nilainya sama dengan kesehatan
tubuhmu, kemakmuran jiwamu dan jiwa anak-anakmu.
Engkau menaruh makanan di atas meja makan yaitu makanan yang
membebani alat pencernaan, membangkitkan hawa nafsu, melemahkan daya pikir dan
moral. Makanan mewah dan makanan daging tidak berguna bagimu….
Saya memohon dengan sangat kepadamu demi Kristus, aturlah
rumahmu dan hatimu. Biarlah kebenaran surga mengangkat dan menyucikan kamu,
yaitu tubuh, jiwa dan roh. Hindarkanlah nafsu daging, yang berperang melawan
jiwa. Saudara G, cara makanmu cenderung merangsang nafsu yang tak
terkendalikan. Engkau tidak menguasai tubuhmu sebagaimana kewajibanmu supaya
menyempurnakan kesucian dalam takut akan Allah. Pertarakan dalam hal makan
harus dipraktikkan sebelum kamu menjadi seorang yang sabar.
Dunia bukanlah tolak ukur bagi kita. Memanjakan selera
dengan makanan mewah dan bahan perangsang yang tidak alamiah menguatkan sifat
kebinatangan dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan moral. Anak-anak Adam
tidak pernah dinasihati supaya mereka menjadi pemenang dalam pertempuran
Kekristenan kecuali mereka memutuskan untuk melakukan pertarakan dalam segala
hal. Kalau mereka melakukannya, mereka bukanlah seperti seorang yang meninju
angin.
Jikalau orang Kristen menguasai tubuh dan menguasai nafsu
dan selera di bawah kata hati nurani, dan menganggap itu sebagai suatu
kewajiban yang terutang kepada Allah dan kepada sesamanya untuk menurut hukum
yang mengatur hidup dan kesehatan, mereka akan memiliki berkat kekuatan fisik
dan mental. Mereka akan memiliki kuasa moral di dalam pertempuran melawan
Setan; dalam nama Dia yang telah mengalahkan selera demi mereka, mereka akan
lebih besar daripada pemenang menurut anggapan mereka. Pertempuran ini terbuka
bagi semua orang yang mau terlibat di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar