Kamis, 11 Juni 2015

52. PEMERINTAHAN RUMAH TANGGA

PEMERINTAHAN RUMAH TANGGA

Prinsip Penuntun Bagi Para Orang Tua

Banyak orang di dunia yang menaruh perhatian besar pada perkara-perkara yang mungkin baik untuk mereka sendiri, tetapi pikiran mereka sudah merasa puas dengan hal-hal yang demikian dan tidak lagi mencari kebaijkan yang lebih besar yang ingin diberikan oleh Kristus kepada mereka. Sekarang kita tidak boleh dengan kasar merampas dari mereka sesuatu yang mereka hargakan itu. Nyatakanlah kepada mereka keindahan dan ketinggian nilai kebenaran itu. Pimpinlah mereka untuk memandang Kristus dan keindahanNya; kemudian akan mengalihkan perhatian mereka dari segala sesuatu yang mengambil perhatian mereka daripadaNya. Inilah prinsip yang harus dipakai oleh para orang tua dalam mendidik mereka. Dengan cara bagaimana engkau memperlakukan anak-anak kecil itu, dapatlah engkau dengan rahmat Kristus membentuk tabiat mereka untuk kehidupan yang kekal. 1
Para ibu bapa haruslah belajar dalam kehidupan mereka bahwa anak-anak mereka menjadi anak-anak yang lebih sempurna, yang dapat dicapai oleh usaha manusia dengan disertai pertolongan Tuhan. Pekerjaan ini dengan segala kepentingan dan kewajiban yang tercakup di dalamnya, sudah mereka terima, karena mereka sudah melahirkan anak-anak ke dalam dunia. 2

Peraturan yang Perlu Di Rumah Tangga

Setiap rumah tangga Kristen haruslah mempunyai peraturan; dan para orang tua haruslah memberi teladan dalam perkataan, di dalam tingkah laku terhadap satu dengan yang lain baik kepada anak-anak dalam kehidupan sebagaimana yang mereka kehendaki hidup mereka dikemudian hari . . . . Ajarlah anak0anak itu dan orang-orang muda untuk menghormati diri mereka, supaya setia kepada Allah, setia kepada prinsip; ajarlah mereka untuk menghormati dan menurut hukum Allah. Kemudian prinsip ini akan mengendalikan dan niscaya dibawa kepada pergaulan mereka dengan orang di luar rumah tangga. 3

Prinsip-prinsip Alkitab yang Harus Diikuti

Perlu ada penjagaan yang senantiasa untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip yang menjadi fondamen pemerintahan rumah tangga itu tidak diabaikan. Tuhan telah merencanakan supaya keluarga-keluarga di bumi ini menjadi lambang keluarga yang di sorga. Dan apabila keluarga-keluarga yang di bumi ini dipimpin pada jurusan yang benar maka penyucian Roh itu akan dibawa kepada jemaat. 4
Para orang tua itu sendiri haruslah terlebih dahulu bertobat serta mengetahui apa artinya tunduk kepada kehendak Allah, seperti anak-anak kecil, membawa semua pikiran mereka kepada kehendak Kristus, sebelum mereka dapat dengan benar mewakili pemerintahan yang Allah rencanakan harus berkuasa dalam keluarga itu. 5
Allah sendiri yang menentukan hubungan kekeluargaan itu. FirmanNyalah satu-satunya yang terbaik dalam usaha memelihara anak-anak. Falsafah manusia belum pernah menemukan sesuatu yang melebihi apa yang diketahui Allah atau merumuskan sesuatu rencana yang lebih bijaksana untuk memperlakukan anak-anak daripada yang diberikan oleh Allah. Siapakah yang dapat lebih memahami kebutuhan-kebutuhan anak-anak manusia daripada Khalik mereka? Siapakah yang dapat memperhatikan lebih mendalam tentang kesejahteraan mereka dari Dia yang telah menebus mereka dengan darahNya sendiri itu? Kalau firman Allah dipelajari dengan seksama dan dituruti dengan setia maka akan berkuranglah penderitaan karena kelakuan anak-anak nakal. 6

Hormatilah Hak Anak-anak

Ingatlah bahwa anak-anak mempunyai hak-hak yang harus dihormati. 7
Anak-anak itu mempunyai hak-hak yang harus diakui sah dan dihormati oleh para orang tua. Mereka mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran yang akan membuat mereka menjadi berguna, terhormat dan anggota-anggota masyarakat yang tercinta di sini dan yang akan melayakkan moral mereka untuk menggabungkan diri dengan mastarakat umat yang saleh dan suci di dunia baru yang akan datang. Kaum muda perlu diberi pelajaran bahwa baik kebahagiaan mereka sekarang maupun di kemudian hari sebagian besar tergantung pada kebiasaan-kebiasaan yang mereka bentuk pada masa kanak-kanak dan masa muda mereka. Pada waktu mereka masih berusia muda mereka sudah harus dibiasakan menurut, menyangkal diri dan memikirkan kebahagiaan orang lain. Mereka harus diajar untuk mengatasi nafsu kemarahan mereka, menahan ucapan-ucapan yang sembrono, menunjukkan kasih sayang, kesopanan dan penguasaan diri sendiri. 8

Kepada Orang Tua yang Didaya Oleh Kasih Sayang Buta

Cinta buta suatu pernyataan cinta picisan, sudah sering engkau lakukan. Untuk melingkarkan tangan di sekeliling leher adalah pekerjaan mudah. Tetapi perbuatan itu tidak boleh dibina kecuali benar-benar berisi nilai yang dibuktikan oleh penurutan yang sempurna. Pemanjaanmu terhadap anak-anak itu berarti mengabaikan tuntutan-tuntutan Allah suatu bukti kekejaman yang paling besar. Engkau mendorong dan memaafkan orang yang tidak mau menurut dengan berkata: “Anak-anak saya mencintai saya.” Kasih yang demikian murahan dan menipu adanya. Hal seperti itu bukanlah kasih yang sebenarnya. Kasih, kasih sejati wajiblah dipupuk keluarga karena mengandung nilai yang dibuktikan oleh penurutan . . . .
Kalau engkau mengasihi anak-anakmu, usahakanlah supaya mereka hidup dengan teratur. Tetapi ciuman-ciuman yang berlebih-lebihan dan tanda-tanda kasih itu memperdaya penglihatanmu dan anak-anakmu itu mengetahui hal itu. Kurangilah perbuatan luar yang bagaikan pamer merangkul dan mencium anak-anak itu dan usahakanlah cara yang sebaik-baiknya dari semuanya itu serta tunjukkanlah apa arti kasih orang tua yang sebenarnya. Tolaklah pernyataan ini yang bentuknya seperti tipu-daya, dengan suatu kekecualian, bila didukung oleh penurutan dan perasaan hormat terhadap perintahmu. 9

Jangan Tunjukkan Cinta Buta Ataupun Kekerasan yang Tidak Pantas

Sementara kita tidak boleh memanjakan diri dalam cinta buta, kita juga tidak boleh menyatakan kekerasan yang tidak pantas. Karena anak-anak tidak dapat dibawa kepada Allah dengan kekerasan. Mereka itu dapat dibimbing tetapi bukan ditunggangi. “Segala dombaKu mendengar akan suaraKu, dan Aku kenal dia, dan sekaliannyapun mengikut Aku,” kata Kristus. Ia tidak berkata: “Segala dombaKu akan mendengar suaraKu dan terpaksa menempuh jalan penurutan. Untuk memerintah anak-anak cinta kasih harus diperlihatkan. Para orang tua tidak boleh menyakiti anak-anak mereka dengan kekerasan atau tuntutan-tuntutan keras yang tidak masuk akal. Kekerasan menghalau jiwa-jiwa ke dalam jaringan setan. 10
Gabungan pengaruh, kekuasaan dan kasih itulah yang memungkinkan dapat dipegangnya dengan teguh dan dengan cinta kasih tali kendali pemerintahan keluarga. Suatu pandangan yang semata-mata terarah kepada kemuliaan Allah dan apa yang menjadi hutang anak-anak itu kepada Allah akan mencegah kita dari kelalaian dan dari menyetujui keburukan. 11

Kekerasan Bukanlah Syarat Untuk Mendapatkan Penurutan

Jangan ada seorang yang mengira . . . . kekerasan itu perlu untuk mendapatkan penurutan. Saya telah melihat pemerintahan keluarga yang paling berhasil, yang dilaksanakan tanpa pandangan atau ucapan yang tajam. Saya juga sudah pernah berada di antara keluarga-keluarga di mana perintah yang bertubi-tubi terus diberikan dengan nada yang penuh kekuasaan, teguran-teguran kasar dan hukuman-hukuman keras yang sering diberikan. Dalam kasus keluarga yang pertama anak-anak menurut contoh yang diberikan oleh para orang tua mereka itu dan jarang berbicara dengan nada yang kasar kepada seorang dengan jalan lain. Dalam kasus keluarga yang kedua juga contoh yang diberikan oleh para orang tua diikuti oleh anak-anak dengan ucapan-ucapan kasar; kata-kata yang mempersalahkan dan pertengkaran terdengar dari pagi sampai malam. 12
Kata-kata yang menakut-nakuti yang menimbulkan perasaan takut dan membuang cinta dari dalam jiwa, hendaknya ditahankan. Seorang bapa yang bijaksana, lemah lembut dan takut kepada Allah, niscaya membawa unsur-unsur kasih ke dalam keluarga, bukan menimbulkan perasaan takut perbudakan. Kalau kita meminum air hayat maka mata air alhayat itu akan memberikan air yang manis bukan air yang pahit.13
Kata-kata yang kasar menusuk perasaan serta melukai hati anak-anak dan ada kalanya yang luka-luka itu sukar disembuhkan. Anak-anak itu sangat peka terhadap sesuatu tindakan yang tidak adil yang kecil sekalipun dan beberapa dari mereka menjadi tawar hati oleh sebab itu tidak mau lagi mengindahkan perintah yang diberikan dengan suara keras dan marah serta tidak mengambil pusing pada ancaman-ancaman terhadap hukuman. 14
Adalah sangat berbahaya untuk mengeritik perkara-perkara kecil. Kritikan-kritikan yang terlalu keras menjadikan orang sama sekali tidak mengindahkan semua peraturan itu lagi; dan berangsur-angsur anak-anak yang dididik sedemikian rupa akan memperlihatkan sikap tidak mau mengindahkan hukum-hukum Kristus. 15

Ketegasan yang Seragam, Pengendalian yang Suci Perlu

Anak-ano itu mempunyai sifat-sifat yang peka, dan mengasihi secara alamiah. Mereka mudah digembirakan dan mudah juga didukakan. Mendisiplin dengan lemah lembut dalam kata-kata dan perbuatan yang disertai cinta para ibu dapat merangkul anak-anaknya dekat di hatinya. Memperlihatkan kekerasan dan menuntut dengan keras kepada anak-anak adalah suatu kesalahan besar. Ketegasan yang seragam dan penguasaan yang suci perlu dalam disiplin setiap keluarga. Katakanlah apa yang kamu maksudkan itu dengan tenang, bertindaklah dengan pertimbangan yang matang dan laksanakanlah apa yang kamu katakan itu tanpa ada penyimpangan.
Adalah sangat baik menunjukkan cinta kasih dalam pergaulanmu dengan anak-anakmu. Jangan kamu mengusir mereka dengan tidak menunjukkan simpati terhadap olah-raga, kegemaran dan kesusahan mereka. Janganlah kamu memperlihatkan roman muka yang marah atau perkataan yang kasar dari bibirmu. Allah menuliskan semua ucapan ini dalam buku catatanNya. 16

Pencegahan Dan Amaran Tidak Cukup

Saudara-saudara yang kekasih, sebagai suatu Gereja kamu telah melalaikan kewajibanmu kepada anak-anak dan orang mudamu. Sementara peraturan-peraturan dan larangan-larangan diberikan kepada mereka, perhatian besar harus diberikan untuk menunjukkan tabiatmu yang menyerupai tabiat Kristus dan bukan karakter setan. Anak-anak memerlukan penjagaan yang terus-menerus dan cinta kasih yang lemah-lembut. Ikatlah mereka kepada hatimu dan tunjukkanlah kasih dan takut akan Allah selalu di hadapan mereka. Para ibu bapa tidak mengendalikan jiwa mereka sendiri oleh sebab itu mereka tidak layak menguasai orang lain. Untuk mencegah dan memberi amaran kepada anak-anakmu, bukan hanya itu yang dituntut daripadamu. Kamu harus mempelajari bagaimana bertindak adil dan suka mengasihi serta berjalan dengan rendah hati bersama Allah. 17

Nasihat Kepada Seorang Ibu yang Mempunyai Kemauan Keras

Anakmu itu bukanlah milikmu sendiri. Engkau tidak boleh bertindak sesuka hatimu kepadanya sebab dia adalah milik Tuhan. Usahakanlah pengendalian yang tetap dengan kesabaran terhadap dirinya; ajarkan kepadanya bahwa ia adalah milik Allah. Dengan pendidikan yang demikian iapun akan menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya. Ketegasan yang jelas, tajam diperlukan supaya dapat menekan kecenderungannya yang hendak memerintah kamu berdua (suami-istri), untuk mencegah menuruti kehendak hatinya saja, dan jangan bertindak semaunya saja. 18

Kepemimpinan yang Seimbang Dan Tetap

Saya telah melihat banyak keluarga yang hancur berantakan karena kepemimpinan yang berlebih-lebihan di pihak kepala-kepala keluarga itu, yang seharusnya berjalan baik bilamana melalui perundingan dan mendapat saling pengertian, maka segala sesuatu akan dapat berjalan dengan lancar dan seimbang. 19
Pemerintahan yang tidak stabil dalam keluarga mendatangkan bahaya besar, bahkan hampir sama keadaannya dengan tidak ada pemerintahan sama sekali. Pertanyaan yang sering dikemukakan: Mengapa anak-anak dari para orang tua yang beribadat sering menjadi keras kepala, suka melawan dan berontak? Sebabnya yang pasti akan ditemukan dalam pendidikan rumah tangga. Terlalu sering para orang tua itu tidak bersatu menjalankan pemerintahan dalam keluarga mereka. 20
Suatu pemerintahan yang resah; pada suatu waktu bersikap tegas, tetapi pada waktu yang lain tidak dan dibiarkan saja apa yang dilarang, ini adalah merupakan suatu malapetaka bagi seorang anak. 21

Peraturan Timbal Balik Bagi Para Orang Tua Dan Anak-anak


Allah adalah Pemberi Hukum dan Raja kita dan para orang tua wajib tunduk kepada peraturanNya. Peraturan ini melarang semua penindasan dari pihak orang tua dan pendurhakaan dari anak-anak. Allah itu penuh dengan kasih sayang, belas kasihan dan kebenaran. HukumNya suci adanya, adil dan baik, wajib diturut oleh pada orang tua dan anak-anak. Peraturan-peraturan yang mengatur kehidupan para orang tua dan anak-anak itu keluar dari hati yang penuh kasih tanpa batas dan berkat Allah yang berkelimpahan itu akan datang kepada para orang tua yang menggunakan peraturan-peraturanNya itu di rumah tangga mereka dan kepada anak-anak yang menuruti hukum itu. Gabungan pengaruh kasih dan keadilan haruslah dirasakan. “Kemurahan dan kebenaran akan bertemu bersama-sama.” Keluarga-keluarga yang taat kepada disiplin ini akan berjalan di jalan Tuhan, untuk melaksanakan keadilan dan hukuman. 22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar