PEMERINTAHAN RUMAH TANGGA
Prinsip Penuntun Bagi Para Orang Tua
Banyak
orang di dunia yang menaruh perhatian besar pada perkara-perkara yang mungkin
baik untuk mereka sendiri, tetapi pikiran mereka sudah merasa puas dengan
hal-hal yang demikian dan tidak lagi mencari kebaijkan yang lebih besar yang
ingin diberikan oleh Kristus kepada mereka. Sekarang kita tidak boleh dengan
kasar merampas dari mereka sesuatu yang mereka hargakan itu. Nyatakanlah kepada
mereka keindahan dan ketinggian nilai kebenaran itu. Pimpinlah mereka untuk
memandang Kristus dan keindahanNya; kemudian akan mengalihkan perhatian mereka
dari segala sesuatu yang mengambil perhatian mereka daripadaNya. Inilah prinsip
yang harus dipakai oleh para orang tua dalam mendidik mereka. Dengan cara
bagaimana engkau memperlakukan anak-anak kecil itu, dapatlah engkau dengan
rahmat Kristus membentuk tabiat mereka untuk kehidupan yang kekal. 1
Para
ibu bapa haruslah belajar dalam kehidupan mereka bahwa anak-anak mereka menjadi
anak-anak yang lebih sempurna, yang dapat dicapai oleh usaha manusia dengan
disertai pertolongan Tuhan. Pekerjaan ini dengan segala kepentingan dan
kewajiban yang tercakup di dalamnya, sudah mereka terima, karena mereka sudah
melahirkan anak-anak ke dalam dunia. 2
Peraturan yang Perlu Di Rumah Tangga
Setiap
rumah tangga Kristen haruslah mempunyai peraturan; dan para orang tua haruslah
memberi teladan dalam perkataan, di dalam tingkah laku terhadap satu dengan
yang lain baik kepada anak-anak dalam kehidupan sebagaimana yang mereka
kehendaki hidup mereka dikemudian hari . . . . Ajarlah anak0anak itu dan
orang-orang muda untuk menghormati diri mereka, supaya setia kepada Allah,
setia kepada prinsip; ajarlah mereka untuk menghormati dan menurut hukum Allah.
Kemudian prinsip ini akan mengendalikan dan niscaya dibawa kepada pergaulan
mereka dengan orang di luar rumah tangga. 3
Prinsip-prinsip Alkitab yang Harus Diikuti
Perlu
ada penjagaan yang senantiasa untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip yang
menjadi fondamen pemerintahan rumah tangga itu tidak diabaikan. Tuhan telah
merencanakan supaya keluarga-keluarga di bumi ini menjadi lambang keluarga yang
di sorga. Dan apabila keluarga-keluarga yang di bumi ini dipimpin pada jurusan
yang benar maka penyucian Roh itu akan dibawa kepada jemaat. 4
Para
orang tua itu sendiri haruslah terlebih dahulu bertobat serta mengetahui apa
artinya tunduk kepada kehendak Allah, seperti anak-anak kecil, membawa semua
pikiran mereka kepada kehendak Kristus, sebelum mereka dapat dengan benar
mewakili pemerintahan yang Allah rencanakan harus berkuasa dalam keluarga itu. 5
Allah
sendiri yang menentukan hubungan kekeluargaan itu. FirmanNyalah satu-satunya
yang terbaik dalam usaha memelihara anak-anak. Falsafah manusia belum pernah
menemukan sesuatu yang melebihi apa yang diketahui Allah atau merumuskan
sesuatu rencana yang lebih bijaksana untuk memperlakukan anak-anak daripada
yang diberikan oleh Allah. Siapakah yang dapat lebih memahami
kebutuhan-kebutuhan anak-anak manusia daripada Khalik mereka? Siapakah yang
dapat memperhatikan lebih mendalam tentang kesejahteraan mereka dari Dia yang
telah menebus mereka dengan darahNya sendiri itu? Kalau firman Allah dipelajari
dengan seksama dan dituruti dengan setia maka akan berkuranglah penderitaan
karena kelakuan anak-anak nakal. 6
Hormatilah Hak Anak-anak
Ingatlah
bahwa anak-anak mempunyai hak-hak yang harus dihormati. 7
Anak-anak
itu mempunyai hak-hak yang harus diakui sah dan dihormati oleh para orang tua.
Mereka mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran yang akan
membuat mereka menjadi berguna, terhormat dan anggota-anggota masyarakat yang
tercinta di sini dan yang akan melayakkan moral mereka untuk menggabungkan diri
dengan mastarakat umat yang saleh dan suci di dunia baru yang akan datang. Kaum
muda perlu diberi pelajaran bahwa baik kebahagiaan mereka sekarang maupun di
kemudian hari sebagian besar tergantung pada kebiasaan-kebiasaan yang mereka
bentuk pada masa kanak-kanak dan masa muda mereka. Pada waktu mereka masih
berusia muda mereka sudah harus dibiasakan menurut, menyangkal diri dan
memikirkan kebahagiaan orang lain. Mereka harus diajar untuk mengatasi nafsu
kemarahan mereka, menahan ucapan-ucapan yang sembrono, menunjukkan kasih
sayang, kesopanan dan penguasaan diri sendiri. 8
Kepada Orang Tua yang Didaya Oleh Kasih Sayang Buta
Cinta
buta suatu pernyataan cinta picisan, sudah sering engkau lakukan. Untuk
melingkarkan tangan di sekeliling leher adalah pekerjaan mudah. Tetapi
perbuatan itu tidak boleh dibina kecuali benar-benar berisi nilai yang
dibuktikan oleh penurutan yang sempurna. Pemanjaanmu terhadap anak-anak itu
berarti mengabaikan tuntutan-tuntutan Allah suatu bukti kekejaman yang paling
besar. Engkau mendorong dan memaafkan orang yang tidak mau menurut dengan
berkata: “Anak-anak saya mencintai saya.” Kasih yang demikian murahan dan
menipu adanya. Hal seperti itu bukanlah kasih yang sebenarnya. Kasih, kasih
sejati wajiblah dipupuk keluarga karena mengandung nilai yang dibuktikan oleh
penurutan . . . .
Kalau
engkau mengasihi anak-anakmu, usahakanlah supaya mereka hidup dengan teratur.
Tetapi ciuman-ciuman yang berlebih-lebihan dan tanda-tanda kasih itu memperdaya
penglihatanmu dan anak-anakmu itu mengetahui hal itu. Kurangilah perbuatan luar
yang bagaikan pamer merangkul dan mencium anak-anak itu dan usahakanlah cara
yang sebaik-baiknya dari semuanya itu serta tunjukkanlah apa arti kasih orang
tua yang sebenarnya. Tolaklah pernyataan ini yang bentuknya seperti tipu-daya,
dengan suatu kekecualian, bila didukung oleh penurutan dan perasaan hormat
terhadap perintahmu. 9
Jangan Tunjukkan Cinta Buta Ataupun Kekerasan yang Tidak Pantas
Sementara
kita tidak boleh memanjakan diri dalam cinta buta, kita juga tidak boleh
menyatakan kekerasan yang tidak pantas. Karena anak-anak tidak dapat dibawa
kepada Allah dengan kekerasan. Mereka itu dapat dibimbing tetapi bukan
ditunggangi. “Segala dombaKu mendengar akan suaraKu, dan Aku kenal dia, dan
sekaliannyapun mengikut Aku,” kata Kristus. Ia tidak berkata: “Segala dombaKu
akan mendengar suaraKu dan terpaksa menempuh jalan penurutan. Untuk memerintah
anak-anak cinta kasih harus diperlihatkan. Para orang tua tidak boleh menyakiti
anak-anak mereka dengan kekerasan atau tuntutan-tuntutan keras yang tidak masuk
akal. Kekerasan menghalau jiwa-jiwa ke dalam jaringan setan. 10
Gabungan
pengaruh, kekuasaan dan kasih itulah yang memungkinkan dapat dipegangnya dengan
teguh dan dengan cinta kasih tali kendali pemerintahan keluarga. Suatu
pandangan yang semata-mata terarah kepada kemuliaan Allah dan apa yang menjadi
hutang anak-anak itu kepada Allah akan mencegah kita dari kelalaian dan dari
menyetujui keburukan. 11
Kekerasan Bukanlah Syarat Untuk Mendapatkan Penurutan
Jangan
ada seorang yang mengira . . . . kekerasan itu perlu untuk mendapatkan
penurutan. Saya telah melihat pemerintahan keluarga yang paling berhasil, yang
dilaksanakan tanpa pandangan atau ucapan yang tajam. Saya juga sudah pernah
berada di antara keluarga-keluarga di mana perintah yang bertubi-tubi terus
diberikan dengan nada yang penuh kekuasaan, teguran-teguran kasar dan
hukuman-hukuman keras yang sering diberikan. Dalam kasus keluarga yang pertama
anak-anak menurut contoh yang diberikan oleh para orang tua mereka itu dan
jarang berbicara dengan nada yang kasar kepada seorang dengan jalan lain. Dalam
kasus keluarga yang kedua juga contoh yang diberikan oleh para orang tua diikuti oleh anak-anak dengan ucapan-ucapan kasar;
kata-kata yang mempersalahkan dan pertengkaran terdengar dari pagi sampai
malam. 12
Kata-kata
yang menakut-nakuti yang menimbulkan perasaan takut dan membuang cinta dari
dalam jiwa, hendaknya ditahankan. Seorang bapa yang bijaksana, lemah lembut dan
takut kepada Allah, niscaya membawa unsur-unsur kasih ke dalam keluarga, bukan
menimbulkan perasaan takut perbudakan. Kalau kita meminum air hayat maka mata
air alhayat itu akan memberikan air yang manis bukan air yang pahit.13
Kata-kata
yang kasar menusuk perasaan serta melukai hati anak-anak dan ada kalanya yang
luka-luka itu sukar disembuhkan. Anak-anak itu sangat peka terhadap sesuatu
tindakan yang tidak adil yang kecil sekalipun dan beberapa dari mereka menjadi
tawar hati oleh sebab itu tidak mau lagi mengindahkan perintah yang diberikan dengan
suara keras dan marah serta tidak mengambil pusing pada ancaman-ancaman
terhadap hukuman. 14
Adalah
sangat berbahaya untuk mengeritik perkara-perkara kecil. Kritikan-kritikan yang
terlalu keras menjadikan orang sama sekali tidak mengindahkan semua peraturan
itu lagi; dan berangsur-angsur anak-anak yang dididik sedemikian rupa akan
memperlihatkan sikap tidak mau mengindahkan hukum-hukum Kristus. 15
Ketegasan yang Seragam, Pengendalian yang Suci Perlu
Anak-ano
itu mempunyai sifat-sifat yang peka, dan mengasihi secara alamiah. Mereka mudah
digembirakan dan mudah juga didukakan. Mendisiplin dengan lemah lembut dalam
kata-kata dan perbuatan yang disertai cinta para ibu dapat merangkul
anak-anaknya dekat di hatinya. Memperlihatkan kekerasan dan menuntut dengan
keras kepada anak-anak adalah suatu kesalahan besar. Ketegasan yang seragam dan
penguasaan yang suci perlu dalam disiplin setiap keluarga. Katakanlah apa yang
kamu maksudkan itu dengan tenang, bertindaklah dengan pertimbangan yang matang
dan laksanakanlah apa yang kamu katakan itu tanpa ada penyimpangan.
Adalah
sangat baik menunjukkan cinta kasih dalam pergaulanmu dengan anak-anakmu.
Jangan kamu mengusir mereka dengan tidak menunjukkan simpati terhadap
olah-raga, kegemaran dan kesusahan mereka. Janganlah kamu memperlihatkan roman
muka yang marah atau perkataan yang kasar dari bibirmu. Allah menuliskan semua
ucapan ini dalam buku catatanNya. 16
Pencegahan Dan Amaran Tidak Cukup
Saudara-saudara
yang kekasih, sebagai suatu Gereja kamu telah melalaikan kewajibanmu kepada
anak-anak dan orang mudamu. Sementara peraturan-peraturan dan larangan-larangan
diberikan kepada mereka, perhatian besar harus diberikan untuk menunjukkan
tabiatmu yang menyerupai tabiat Kristus dan bukan karakter setan. Anak-anak
memerlukan penjagaan yang terus-menerus dan cinta kasih yang lemah-lembut.
Ikatlah mereka kepada hatimu dan tunjukkanlah kasih dan takut akan Allah selalu
di hadapan mereka. Para ibu bapa tidak mengendalikan jiwa mereka sendiri oleh
sebab itu mereka tidak layak menguasai orang lain. Untuk mencegah dan memberi
amaran kepada anak-anakmu, bukan hanya itu yang dituntut daripadamu. Kamu harus
mempelajari bagaimana bertindak adil dan suka mengasihi serta berjalan dengan
rendah hati bersama Allah. 17
Nasihat Kepada Seorang Ibu yang Mempunyai Kemauan Keras
Anakmu
itu bukanlah milikmu sendiri. Engkau tidak boleh bertindak sesuka hatimu
kepadanya sebab dia adalah milik Tuhan. Usahakanlah pengendalian yang tetap
dengan kesabaran terhadap dirinya; ajarkan kepadanya bahwa ia adalah milik
Allah. Dengan pendidikan yang demikian iapun akan menjadi berkat bagi
orang-orang yang ada di sekelilingnya. Ketegasan yang jelas, tajam diperlukan
supaya dapat menekan kecenderungannya yang hendak memerintah kamu berdua
(suami-istri), untuk mencegah menuruti kehendak hatinya saja, dan jangan
bertindak semaunya saja. 18
Kepemimpinan yang Seimbang Dan Tetap
Saya
telah melihat banyak keluarga yang hancur berantakan karena kepemimpinan yang
berlebih-lebihan di pihak kepala-kepala keluarga itu, yang seharusnya berjalan
baik bilamana melalui perundingan dan mendapat saling pengertian, maka segala
sesuatu akan dapat berjalan dengan lancar dan seimbang. 19
Pemerintahan
yang tidak stabil dalam keluarga mendatangkan bahaya besar, bahkan hampir sama
keadaannya dengan tidak ada pemerintahan sama sekali. Pertanyaan yang sering
dikemukakan: Mengapa anak-anak dari para orang tua yang beribadat sering
menjadi keras kepala, suka melawan dan berontak? Sebabnya yang pasti akan
ditemukan dalam pendidikan rumah tangga. Terlalu sering para orang tua itu
tidak bersatu menjalankan pemerintahan dalam keluarga mereka. 20
Suatu
pemerintahan yang resah; pada suatu waktu bersikap tegas, tetapi pada waktu
yang lain tidak dan dibiarkan saja apa yang dilarang, ini adalah merupakan
suatu malapetaka bagi seorang anak. 21
Peraturan Timbal Balik Bagi Para Orang Tua Dan Anak-anak
Allah
adalah Pemberi Hukum dan Raja kita dan para orang tua wajib tunduk kepada
peraturanNya. Peraturan ini melarang semua penindasan dari pihak orang tua dan
pendurhakaan dari anak-anak. Allah itu penuh dengan kasih sayang, belas kasihan
dan kebenaran. HukumNya suci adanya, adil dan baik, wajib diturut oleh pada
orang tua dan anak-anak. Peraturan-peraturan yang mengatur kehidupan para orang
tua dan anak-anak itu keluar dari hati yang penuh kasih tanpa batas dan berkat
Allah yang berkelimpahan itu akan datang kepada para orang tua yang menggunakan
peraturan-peraturanNya itu di rumah tangga mereka dan kepada anak-anak yang
menuruti hukum itu. Gabungan pengaruh kasih dan keadilan haruslah dirasakan. “Kemurahan
dan kebenaran akan bertemu bersama-sama.” Keluarga-keluarga yang taat kepada
disiplin ini akan berjalan di jalan Tuhan, untuk melaksanakan keadilan dan
hukuman. 22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar