Sabtu, 13 Juni 2015

61. PRINSIP-PRINSIP KEUANGAN KELUARGA


Uang Dapat Menjadi Berkat Atau Laknat

Tidak perlu uang itu dianggap sebagai kutuk; uang itu mempunyai nilai yang tinggi karena kalau dipakai dengan sebaik-baiknya, itu dapat menghasilkan kebajikan yang dapat menyelamatkan jiwa-jiwa, dalam memberkati orang-orang lain yang lebih miskin dari kita sendiri. Apabila digunakan semaunya sendiri dan tidak dengan bijaksana, uang itu niscaya akan menjadi jerat bagi pemakainya. Orang yang menggunakan uang untuk memuaskan rasa sombong dan ambisinya berarti menjadikan uang itu laknat dan bukan berkat. Uang tetap menjadi suatu ujian kecintaan. Barangsiapa yang memperolehnya lebih dari kebutuhannya, haruslah ia mencari akal budi dan rakhmat untuk mengendalikan hatinya sendiri dan berfikir secara wajar, supaya ia tidak mempunyai keinginan-keinginan pemborosan sehingga dia dapat menjadi penatalayan yang setia, yang tidak memboroskan modal yang dipercayakan oleh Allah kepadanya.
Apabila kita mengasihi Allah melebihi segala sesuatu, segala sesuatu yang bersifat sementara akan berada pada tempat yang sewajarnya dalam kecintaan hati kita. Kalau dengan rendah hati mencari akal budi dan kesanggupan supaya dapat menggunakan harta kekayaan Allah dengan sebaik-baiknya, kita akan menerima hikmat itu dari atas. Bilamana hati itu bersandar kepada kegemaran-kegemaran dan kecederungannya sendiri, bilamana pikiran yang mengatakan bahwa uang itu dapat mendatangkan kebahagiaan keridlaan Allah dipupuk, maka jadilah uang itu, bagaikan “seorang tiran, yaitu orang yang memerintah,” kemudian mendapat keyakinan dan penghormatan sipemakainya dihormati sebagai seorang ilah. Penghormatan, kebenaran, kesalehan dan keadilan dikorbankan di atas mezbahnya. Perintah dari firman Allah itu diabaikan, dan digunakanlah adat kebiasaan duniawi, yang sudah direncanakan oleh Raja Mammon itu, menjadi suatu kuasa yang sedang mengatur. 1

Carilah Keamanan Dalam Pemilikan Rumah Sendiri

Sekiranya hukum-hukum yang diberikan Allah itu tetap dipelihara, sungguh berbedalah keadaan dunia dewasa ini baik dalam arti moral, kerohanian dan jasmani. Sifat mementingkan diri sendiri dan merasa diri itu sangat penting tentu tidak dinyatakan seperti keadaan sekarang ini, tetapi masing-masing orang dengan cermat memikirkan kebahagiaan dan kesejahteraan orang-orang lain . . . . Sebaliknya menindas terus golongan-golongan miskin di bawah tumit besi oleh golongan hartawan, gantinya pikiran-pikiran orang lain dipakai untuk berpikir dan menyusun rencana-rencana untuk mereka baik dalam hal-hal jasmani maupun dalam masalah rohani, mereka memperoleh suatu kesempatan untuk berpikir dan berbuat dengan bebas.
Perasaan sebagai pemilik rumah mereka sendiri mengilhami mereka suatu keinginan besar untuk mencapai keadaan yang lebih baik. Segera mereka akan mendapat ketrampilan mengadakan rencana dan rancangan untuk mereka sendiri. Anak-anak mereka dididik untuk memupuk kebiasaan rajin dan hemat dan cara berpikir merekapun jauh lebih besar daripada sebelumnya. Mereka akan merasa bahwa mereka adalah manusia, bukan budak, dan akan sanggup meraih kembali sebagian besar rasa dihormati dan kebebasan moral mereka yang sudah lama hilang. 2
Didiklah anggota-anggota kita untuk meninggalkan kota-kota dan pergi ke luar kota di mana mereka dapat memperoleh sebidang tanah dan membangun sebuah rumah untuk mereka sendiri dan untuk anak-anak mereka. 3

Peringatan Tentang Menjual Rumah

Ada saudara-saudara pria dan wanita yang miskin menulis kepada saya dengan maksud meminta nasihat, apakah mereka akan menjual rumah mereka lalu menyerahkan uang penjualannya untuk memajukan pekerjaan injil. Mereka mengatakan bahwa seruan meminta bantuan uang menggugah hati mereka dan mereka ingin melakukan sesuatu bagi Tuhan, yang sudah melakukan segala-galanya bagi mereka. Saya ingin berkata kepada rombongan yang demikian itu: “Mungkin bukanlah kewajibanmu untuk menjual rumahmu yang kecil itu sekarang ini, tetapi pergilah sendiri kepada Allah. Tuhan tentu akan mendengar segala doamu yang memohon akal budi untuk mengerti kewajibanmu itu.” 4
Sekarang ini Allah belum meminta rumah-rumah yang perlu didiami oleh umatNya; tetapi mereka yang mempunyai kelimpahan harta tidak mendengar suaraNya, tidak mau memisahkan diri dari dunia ini serta tidak mau berkorban bagi Allah, pasti Ia akan meninggalkan mereka dan memanggil orang-orang yang mau melakukan sesuatu bagi Yesus, baik menjual rumah mereka untuk memenuhi keperluan pekerjaan injil. 5

Keadaan Berdikari yang Patut Dipuji

Keadaan yang mau berdiri di atas kaki sendiri adalah hal yang patut dipuji. Kerinduan untuk mengurus diri sendiri dan tidak perlu memakan hasil keringat orang lain adalah baik. Cita-cita yang luhur dan mulia yang mendorong keinginan untuk membiayai diri sendiri. Kebiasaan rajin dan hemat perlu dipupuk. 6

Mengatur Biaya Keluarga Dengan Seimbang

Banyak, begitu banyak orang yang tidak pernah mendidik diri sendiri supaya dapat mengatur biaya keluarga dalam batas-batas pendapatan mereka sendiri. Mereka tidak belajar menyesuaikan diri dengan keadaan-keadaan, oleh sebab itu mereka meminjam dan meminjam lagi, lalu mereka terkubur hidup-hidup dalam hutang dan akhirnya putus asa dan tawar hati. 7

Adakan Catatan Pengeluaran

Kebiasaan memanjakan diri atau kurangnya taktik dan keahlian di pihak istri dan ibu dapat mengeringkan secara terus-menerus perbendaharaan rumah tangga. Tetapi sekalipun demikian ibu mungkin selalu menyangka bahwa ia sedang melakukan hal yang baiknya yang dapat dilakukannya karena ia belum pernah diberi pelajaran tentang mengurangi keinginan-keinginannya sendiri atau keinginan-keinginan anak-anaknya dan belum pernah mendapat keahlian dan taktik dalam menghadapi urusan rumah tangga. Oleh sebab itu ada kemungkinan bahwa suatu keluarga memerlukan biaya pengurusannya dua kali sebesar biaya yang dapat mengurus suatu keluarga lain yang besarnya sama.
Semua orang harus tahu memelihara perhitungan. Beberapa orang melalaikan usaha ini karena menganggap tidak penting, tetapi pendapat ini adalah salah. Semua biaya harus dicatat dengan tepat. 8

Keburukan Mempunyai Kebiasaan Boros

Tuhan merasa senang untuk menunjukkan kepada saya keburukan-keburukan yang timbul sebagai akibat kebiasaan-kebiasaan memboros supaya saya dapat menasihati para orang tua untuk mengajarkan pelajaran tentang penghematan yang keras kepada anak-anak mereka. Ajarkanlah kepada mereka bahwa uang yang dibelanjakan untuk membeli segala sesuatu yang tidak mereka butuhkan itu adalah uang yang sudah disalahgunakan. 9
Kalau engkau mempunyai kebiasaan memboros, buanglah hal itu dari dalam kehidupanmu sekarang ini juga. Kalau engkau tidak bertindak demikian, maka engkau pasti bangkrut untuk selama-lamanya. Kebiasaan menghemat, rajin dan tenang adalah bagian yang lebih baik untuk anak-anakmu daripada warisan harta kekayaan yang besar.
Kita adalah musyafir dan asing di bumi ini. Janganlah kita gunakan uang kita itu untuk memenuhi keinginan-keinginan kita di mana Allah mau supaya kita membatasinya. Marilah kita dengan tepat menghadapkan iman kita itu dengan sebaik-baiknya dengan jalan mengurangi keinginan-keinginan kita. 10

Orang Tua Ditegur Karena Pemborosan

Engkau tidak mengetahui cara membelanjakan uang dengan hemat dan tidak belajar membatasi keinginan-keinginan yang sesuai dengan besarnya pendapatanmu sendiri . . . . Engkau mempunyai keinginan yang besar untuk mendapat uang, supaya engkau dapat membelanjakannya dengan sesuka hati sebagaimana kecederunganmu yang menguasainya, dan teladan dan pengajaranmu ternyata menjadi laknat kepada anak-anakmu. Perhatian mereka sangat kecil terhadap kegunaannya prinsip! Mereka semakin lupa dan melupakan Allah, semakin tidak takut terhadap murkaNya, dan makin tidak sabar kepada larangan-larangan. Semakin gampang uang itu diperoleh, semakin kuranglah pula perasaan syukur dirasakan. 11

Kepada Keluarga yang Hidup Di Luar Batas-batas
Kemampuan Keuangan

Engkau harus hati-hati supaya pengeluaranmu tidak melebihi besarnya pendapatanmu. Kurangilah keperluan-keperluanmu.
Sangatlah disesalkan bahwa istrimu sama dengan engkau dalam hal perbelanjaan ini, sehingga ia tidak dapat menjadi pembantu bagimu dalam hal ini dengan jalan mengawasi pengeluaran-pengeluaran kecil guna menghindari kekacauan-kekacauan yang lebih besar. Pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu terus mengalir dalam peraturan keuangan keluargamu. Istrimu suka melihat pakaian yang digunakan anak-anaknya yang harganya di luar kemampuan keuangan untuk membelinya, dan karena ini maka berkembanglah dalam diri anak-anak itu kegemaran-kegemaran dan kebiasaan-kebiasaan yang menjadikan mereka tekebur dan sombong. Sekiranya engkau belajar menghemat dan melihat bahaya yang sedang mengancam dirimu dan anak-anakmu, demikian juga pekerjaan Allah dalam pemborosan uang ini, niscaya engkau akan mendapat pengalaman yang mutlak perlu bagi kesempurnaan tabiat kekristenanmu. Sebelum engkau mendapat pengalaman yang demikian, niscaya anak-anakmu kelak untuk seumur hidup mewarisi jenis pendidikan yang salah.
Saya tidak mau mempengaruhi engkau supaya menimbun harta, engkau akan menghadapi kesukaran dalam berbuat yang demikian, tetapi saya ingin menasihati kamu berdua supaya membelanjakan uangmu dengan hati-hati dan biarlah contoh yang kamu berikan sehari-hari memberi pelajaran-pelajaran tentang penghematan diri kepada anak-anakmu. Mereka itu perlu dididik dengan petunjuk-petunjuk dan contoh-contoh. 12

Suatu Keluarga Dianjurkan Supaya Menyangkal Diri

Kepada saya telah ditunjukkan bahwa kamu sebagai suami istri, saudara dan saudariku, untuk belajar lebih banyak lagi. Kamu tidak hidup dalam batas-batas kemampuan keuanganmu. Kamu belum pernah berusaha untuk menghemat. Kalau engkau mempunyai gaji yang besar, kamu tidak mengetahui bagaimana cara mengatur pemakaiannya dengan setepat-tepatnya. Kamu menuruti selera dan perasaan sendiri gantinya menuruti akal sehat yang bijaksana. Pada suatu saat engkau membelanjakan uang untuk membeli sejenis makanan yang saudara-saudaramu sendiri tidak mampu membelinya untuk dimakan. Rupiah itu mudah sekali keluar dari kantongmu . . . . Penyangkalan diri adalah pelajaran yang harus dipelajari kamu berdua. 13
Para orang tua haruslah mempelajari bagaimana hidup dalam batas-batas kemampuan keuangan mereka. Mereka harus memupuk penyangkalan diri dalam kehidupan anak-anak mereka, mengajar mereka dengan petunjuk-petunjuk dan teladan. Mereka itu harus mengurangi serta menyederhanakan keperluan-keperluan mereka, supaya mereka mempunyai waktu untuk memajukan perkembangan pikiran dan rohani.14

Pemanjaan Bukanlah Suatu Pernyataan Kasih

Jangan mendidik anak-anakmu sehingga mereka berpendapat bahwa kasihmu kepada mereka harus dinyatakan dengan jalan memanjakan kesombongan hati, hidup berlebih-lebihan, dan suka mempertontonkan diri. Tidak ada waktu sekarang untuk mencari-cari jalan menghabiskan uang. Pergunakanlah kekuatan daya-ciptamu itu dalam usaha penghematan. 15

Penghematan Sejalan Dengan Kemurahan Hati Untuk Memberi

Sikap para orang muda pada zaman ini ialah melalaikan dan tidak mengindahkan penghematan dan mengacaukan itu dengan suatu pendirian yang menganggap kekikiran yang picik. Tetapi penghematan adalah sejalan dengan pandangan-pandangan dan perasaan-perasaan yang paling luas dan berkemurahan. Tidak mungkin ada kemurahan hati bilamana penghematan itu tidak diamalkan. Jangan ada seorangpun yang merasa hina untuk mempelajari cara-cara penghematan dan jalan yang paling baik memanfaatkan potongan-potongan, sisa-sisa kecil. 16

Yang Lain Keterlaluan – Penghematan yang Tidak Bijaksana

Allah tidak dihormati apabila tubuh itu tidak diurus dengan sebaik-baiknya atau diabaikan, sehingga tidak dapat digunakan dalam pekerjaanNya. Memelihara tubuh itu dengan memberikan makanan yang menyehatkan dan menguatkan adalah salah satu dari kewajiban terutama kepala keluarga atau pengurus rumah tangga. Jauh lebih baik mempunyai sedikit pakaian dan perabot yang mahal-mahal daripada mengurangi terlalu sedikit makanan yang dibutuhkan.
Ada beberapa kepala-kepala keluarga yang terlalu berhemat dalam menghidangkan makanan keluarganya hanya supaya dapat mengadakan jamuan makanan yang menelan biaya besar bagi tamu-tamu mereka. Ini tidak bijaksana. Untuk jamu tamu-tamu haruslah lebih sederhana. Biarlah kebutuhan-kebutuhan keluarga itu mendapat perhatian pertama.
Penghematan yang tidak bijaksana dan adat kebiasaan yang dibuat-buat ini sering menghambat roh suka bertamu, di mana hal itu diperlukan dan menjadi berkat. Hidangan makanan yang disajikan di atas meja biarlah tetap seperti biasa, sehingga tamu-tamu yang tidak disangka-sangka boleh disambut tanpa menambah beban kepada sang istri untuk mengadakan persiapan tambahan. 17
Penghematan kita janganlah sekali-kali demikian sehingga menyebabkan makanan menjadi sangat kurang. Para pelajar haruslah mendapat banyak makanan yang menyehatkan. Tetapi biarlah orang-orang yang bertugas memasak itu mengumpulkan semua sisa-sisa makanan itu sehingga tidak ada sesuatu yang tidak dimanfaatkan. 18
Penghematan bukan berarti kekikiran melainkan penggunaan uang dengan bijaksana karena ada satu pekerjaan besar yang harus dikerjakan. 19


Sediakan Alat-alat Untuk Meringankan Pekerjaan Istri

Keluarga Saudara E hidup atas prinsip-prinsip penghematan yang ketat sekali . . . . Saudara E dengan sungguh-sungguh telah memutuskan tidak akan membangun sebuah gudang kayu dan dapur yang baik untuk keluarganya yang besar itu karena ia tidak merasa bebas untuk menggunakan uang untuk menyenangkan hidup pribadinya bilamana pekerjaan Allah membutuhkan uang untuk memajukannya. Saya telah berusaha untuk menunjukkan kepadanya bahwa adalah perlu demi kesehatan moral anak-anaknya yang ia harus menjadikan rumah menyenangkan serta menyediakan alat-alat untuk meringankan pekerjaan istrinya. 20

“Uang Saku” Istri Untuk Digunakannya Sendiri

Kamu harus saling membantu. Janganlah engkau menganggap baik untuk menjaga ketat kunci perbendaharaan, sehingga tidak mau memberi uang kepada istrimu. 21
Engkau harus membebaskan istrimu untuk menggunakan sejumlah uang tertentu setiap minggu dan terserah bagi dia menggunakan uang itu. Engkau belum pernah memberinya kesempatan untuk menggunakan keahliannya atau perasaannya karena engkau tidak mengetahui dengan jelas bagaimana kedudukan yang sebenarnya dari seorang istri. Istrimu mempunyai pikiran yang cerdas dan baik pertimbangannya. 22
Berikanlah kepada istrimu sebagian uang yang engkau dapat. Biarkanlah dia menganggap bahwa ini sebagai miliknya sendiri dan biarlah ia yang menggunakannya menurut kehendak hatinya sendiri. Sudah seharusnya ia selama ini diizinkan untuk menggunakan uang yang dihasilkannya sendiri menurut apa yang dianggapnya paling baik. Seandainya dari dulu ia sudah mempunyai sejumlah uang tertentu yang dapat dipakainya sebagai kepunyaannya sendiri, tanpa dikritik, maka bebaslah beban yang berat yang selama ini menekan pikirannya. 23

Usahakan Hidup Senang Dan Sehat

Selama ini saudara P tidak menggunakan uangnya dengan pertimbangan yang sehat. Pertimbangan yang bijaksana tidak pernah mempengaruhi dia melainkan suara-suara dan keinginan anak-anaknyalah yang mempengaruhinya. Ia tidak menggunakan dengan tepat uang yang ada di tangannya serta tidak membelanjakannya dengan hati-hati untuk membeli barang-barang yang harus ada pada mereka demi kesenangan hidup dan kesehatan. Seluruh keluarga itu perlu mengadakan perubahan yang baik dalam masalah ini. Banyak barang yang diperlukan dalam keluarga itu yang menjadi alat kesenangan dan kegembiraan hidup mereka. Kurangnya penghargaan terhadap peraturan dan tata-cara dalam hal pengaturan kekeluargaan, menuntun ke arah keburukan dan mengakibatkan kerugian besar. 24
Kita tidak dapat menjadikan hati itu lebih murni dan suci dengan cara membungkus tubuh itu dengan kain karung atau dengan cara menghilangkan dari rumah segala sesuatu yang dapat mendatangkan kesenangan hidup dan cita-rasa yang baik. 25
Allah tidak menuntut supaya umatNya tidak memakai segala sesuatu yang benar-benar dibutuhkan demi kesehatan dan kesenangan hidup mereka, tetapi Ia juga tidak menyetujui pemborosan dan perbuatan mempertontonkan apa yang dimiliki. 26

Belajarlah Kapan Untuk Menyimpan Dan Membelanjakan

Engkau harus belajar mengetahui kapan waktunya untuk menyimpan dan kapan untuk membelanjakan. Kita tidak layak menjadi pengikut-pengikut Kristus kalau kita tidak menahan diri dan mengangkat salib. Kita harus membayar dengan jujur sementara kita bepergian; kumpulkan potongan-potongan jahitan; kumpulkanlah segala kekusutan dari berbagai sudut dan ketahuilah yang manakah yang boleh engkau sebut milikmu. Engkau harus mengumpulkan segala jumlah yang kecil-kecil yang digunakan untuk memuaskan keinginan hati duniamu itu. Harus mendapat perhatian, apa yang digunakan sekedar memuaskan selera saja dan yang mana mengembangkan selera kegelojohan yang tidak baik. Uang yang dibelanjakan untuk membeli makanan-makanan mewah dan enak tetapi tidak berfaedah, itu dapat digunakan untuk memperbesar kesenangan hidup di dalam rumah tanggamu. Kamu tidak perlu menjadi kikir, melainkan kamu harus jujur terhadap dirimu sendiri dan terhadap saudara-saudaramu. Kekikiran adalah penyalahgunaan harta kekayaan Allah yang berlimpah-limpah itu. Pemborosan juga adalah penyalahgunaan. Pengeluaran kecil-kecilan yang menurut pendapatmu tidak terlalu dihiraukan akan menjadi besar pada akhirnya. 27

Hati yang Diserahkan Niscaya Akan Dipimpin


Tidak perlu ditentukan di sini bagaimana penghematan itu dapat dipraktekkan pada setiap perinciannya. Mereka yang menyerahkan hati sepenuhnya kepada Allah dan yang memakai firmanNya sebagai pedoman niscaya tahu mengatur diri dalam semua kewajiban hidup. Mereka akan belajar tentang Yesus, yang lemah lembut dan rendah hati serta memupuk kelembutan hati yang seperti Kristus itu, sudah pasti mereka menutup pintu bagi segala macam penggodaan yang tidak terhitung banyak itu. 28

Tidak ada komentar:

Posting Komentar