Sabtu, 16 Mei 2015

11. PERKAWINAN MUDA YANG TERGESA-GESA

PERKAWINAN MUDA YANG
TERGESA-GESA

Bahaya Perhubungan yang Terlalu Rapat Ketika Anak-anak

Perkawinan yang terlalu muda tidak boleh dianjurkan. Suatu hubungan perkawinan yang begitu penting dan yang mempunyai akibat-akibat yang sangat luas janganlah diadakan tergesa-gesa, tanpa persediaan yang cukup, dan sebelum kuasa otak demikian juga tubuh sudah cukup berkembang. 1
Anak-anak muda dan wanita yang memasuki hubungan perkawinan dengan tidak mempunyai cinta yang matang, pertimbangan yang belum dewasa, tiada mempunyai perasaan mulia dan luhur, dan kemudian menanggungkan ke atas diri mereka sumpah pernikahan, hanyalah dipimpin oleh hawa nafsu kemudaannya.
Perhubungan akrab yang diadakan ketika masih anak-anak seringkali berakibat buruk dalam perkawinan atau perceraian yang sangat memalukan. Perhubungan rapat ketika masih terlalu muda, kalau diteruskan dengan tiada persetujuan orang tua, ternyata sangat berbahaya dan jarang berbahagia. Percintaan orang muda haruslah dikendalikan sampai tiba waktunya, umur cukup dan ada pengalaman akan menjadikan terhormat dan selamat buat melepaskan ikatannya. Orang-orang muda yang tidak mau dikendalikan akan berada dalam bahaya dan hidup mereka melarat.
Seorang pemuda yang belum melampaui usia belasan tahun pertimbangannya belum matang, ia belum mempunyai kecakapan mencari seorang yang sebaya dengan dia dan hidup bersama untuk selamanya. Setelah pertimbangan mereka sudah semakin dewasa, mereka memandang diri telah terikat seumur hidup kepada satu dengan yang lain dan mungkin tanpa memperhitungkan sama sekali untuk membuat satu dengan lain berbahagia. Kemudian, gantinya memanfaatkan kesempatan mereka dengan sebaik-baiknya, timbullah suasana tuduh-menuduh, percekcokan semakin luas, sehingga ada sikap tidak perduli, lalai terhadap satu dengan yang lain. Bagi mereka tidak ada rasa suci dalam perkataan “rumah tangga.” Suasana rumah tangga itu sendiri sedang diracuni oleh perkataan yang tidak mencintai dan terjadi cela-mencela yang hebat. 2
Perkawinan yang belum dewasa menghasilkan kejahatan pada dewasa ini secara meluas. Perkawinan yang terlalu muda sangat menghambat perkembangan otak demikian juga kesehatan badan merosot. Pikiran sehat terlalu sedikit digunakan untuk masalah ini. Banyaklah orang muda salah bertindak karena dorongan hati saja. Langkah yang diambil ini akan mempengaruhi dengan serius demi kebaikan ataupun untuk penderitaan, menjadi berkat seumur hidup atau menjadi kutuk, terlalu sering bertindak terburu-buru, dikuasai dorongan hati dan rasa sentimen. Banyak orang tidak mau mendengar pertimbangan sehat atau pengajaran dari sudut pandangan orang Kristen. 3
Setan selalu sibuk mendorong orang-orang muda yang belum berpengalaman untuk memasuki ikatan perkawinan. Tetapi makin kurang kita bermegah-megah dengan segala perkawinan yang terjadi dewasa ini, semakin baik. 4
Sebagai akibat perkawinan yang tergesa-gesa banyak perpisahan, perceraian, dan kekacauan yang besar di dalam jemaat, dan hal ini telah terjadi di kalangan orang yang mengaku umat Allah. 5
Tindakan yang dilakukan Ishak berbeda sekali dengan apa yang dilakukan orang-orang muda dewasa ini, meskipun di antara orang yang mengaku dirinya Kristen! Terlalu sering orang-orang muda merasa bahwa dalam pencurahan cinta kasih itu, mereka sendirilah yang menjadi penasehat – suatu hal yang mereka mau bahwa Allah maupun orang tua tidak boleh campur tangan. Lama sebelum mereka mencapai kedewasaan pria dan wanita, mereka berpendapat bahwa merekalah yang berhak menentukan pilihan mereka sendiri, tanpa bantuan orang tua mereka. Biasanya sesudah kawin beberapa tahun cukup untuk menunjukkan kesalahan mereka itu, tetapi seringkali sudah terlambat menghindarkan celaka sebagai akibatnya. Oleh karena kurang bijaksana dan pengendalian diri, terjadilah pilihan yang terburu-buru yang mendatangkan celaka yang besar, sehingga ikatan perkawinan itu menjadi hubungan yang menyiksa. Dengan demikian banyak orang yang menghancurkan kehidupan mereka di dunia sekarang ini dan pengharapan mereka pada kehidupan yang akan datang. 6

Kesanggupan Pekerja-pekerja Bagi Allah Tersangkut

Orang-orang muda telah menerima kebenaran dan berjalan dengan baik untuk seketika lamanya, tetapi Setan telah menjalin jaringan sekeliling mereka dalam perhubungan yang kurang bijaksana dan perkawinan yang kurang baik. Telah dilihatnya bahwa inilah cara yang paling berhasil untuk memikat mereka daripada jalan kesucian. 7
Telah ditunjukkan kepada saya bahwa orang-orang muda zaman ini tidak menyadari bahaya besar yang mengancam mereka. Allah akan menerima mereka sebagai pekerja-pekerja dalam berbagai cabang dalam pekerjaanNya, tetapi Setan campur tangan untuk menjebloskan mereka di dalam jaringannya, sehingga mereka terpisah daripada Allah dan tidak berdaya dalam pekerjaanNya. Setan adalah seorang pekerja yang licik dan bertahan lama. Ia mengetahui cara bagaimana menangkap orang yang kurang berhati-hati, dan itu adalah `suatu amaran yang terbukti bahwa hanya sedikit yang dapat luput daripada tipu dayanya itu. Mereka tidak melihat ada bahaya dan mereka tidak berjaga terhadap siasatnya. Setan mendorong mereka untuk mengikat cinta kasih terhadap satu dengan yang lain tanpa mencari hikmat Allah atau daripada orang-orang yang telah disuruh Allah mengadakan pengawasan, teguran, dan menasihatkan. Mereka merasa cukup pintar dan tidak mau menerima nasehat supaya berhati-hati. 8

Nasihat Kepada Orang Muda yang Belasan Tahun

Pikiranmu yang terlalu belia untuk mencintai gadis-gadis muda, tidak membuat seseorang menghargai dengan tinggi pendirianmu. Oleh membiarkan pikiranmu melewati jalur ini, engkau merusakkan pikiranmu sehingga lemah belajar. Engkau akan terpimpin supaya mengadakan pergaulan yang tidak suci; jalan kehidupanmu dan orang lain akan dituntun menjadi jahat. Sama seperti inilah kasusmu yang dihadapkan kepada saya, maka selama engkau bertetap hati dalam mengikuti caramu sendiri, siapapun yang berusaha menuntun, mempengaruhi, atau menahankan kamu akan menghadapi perlawanan yang paling keras, karena hatimu tidaklah setuju dengan kebenaran dan keadilan. 9

Perbedaan Usia yang Tidak Cocok

Kedua belah pihak mungkin tidak mempunyai kekayaan dunia, tetapi seharusnyalah mereka mempunyai berkat kesehatan yang jauh lebih besar. Kalau boleh janganlah ada perbedaan umur yang terlalu menyolok. Suatu kelalaian dalam hal ini dapat mengakibatkan kehancuran kesehatan pihak yang lebih muda. Maka seringkali anak-anakpun tidak mempunyai kekuatan badani dan otak. Mereka tidak dapat menerima dari orang tua yang sudah lanjut usia rawatan dan pergaulan yang rapat, yang dibutuhkan kehidupan mereka yang masih muda belia, dan mungkin pula mereka dirugikan oleh kematian bapa atau ibu pada saat memerlukan bimbingan dan cinta kasih. 10



PERSESUAIAN

Disesuaikan Satu Dengan yang Lain

Di dalam banyak keluarga tidak terdapat kesopan-santunan orang Kristen, rasa hormat yang benar, penurutan, dan hormat terhadap satu dengan yang lain yang akan menjadikan anggota-anggotanya mengadakan perkawinan dan membuat rumah-tangga menjadi bahagia kepunyaan mereka sendiri. Kesabaran orang Kristen seharusnya ada di tempat itu, kemurahan hati, sopan santun yang manis, dan belas kasihan, padahal di sana terdapat perkataan-perkataan yang tajam, pikiran-pikiran yang bertentangan, serta roh yang suka mencela dan bersifat diktator. 1
Sering terjadi bahwa sebelum perkawinan diadakan orang-orang yang bersangkutan hanya mempunyai sedikit kesempatan untuk berkenalan, satu dengan yang lain tidak mengenal watak dan tabiat masing-masing; sampai sebegitu jauh dalam kehidupan sehari-hari tidak mengenal satu sama lain, sehingga pada waktu dipersatukan mereka merasa asing dalam perhatian atau mezbah. Ditemukan banyak orang bahwa mereka berkenalan terlalu terlambat, tidak cocok satu dengan yang lain, maka kesengsaraan seumur hidup yang menjadi hasil perkawinan mereka itu. Sering sang istri dan anak-anak menderita karena kemalasan dan ketidakcakapan atau kebiasaan si suami dan bapa. 2
Pada waktu ini dunia dipenuhi dengan dosa dan kemelaratan sebagai akibat perkawinan-perkawinan yang tidak cocok satu dengan yang lain. Dalam beberapa hal hanya diperlukan beberapa bulan saja bagi suami dan istri menyadari bahwa tingkah laku mereka tidak dapat dipadukan; maka sebagai akibatnya ialah bahwa perselisihan merajalela dalam rumah tangga itu, di mana seharusnya cinta kasih sorga harus ada.
Oleh pertengkaran dalam perkara-perkara kecil, suatu roh yang pahit dipertumbuhkan. Pertentangan-pertentangan terbuka serta pembantahan mendatangkan kesengsaraan yang tak terkatakan masuk ke dalam rumah tangga itu, dan mencerai-beraikan orang-orang yang seharusnya bersatu dalam ikatan cinta kasih. Dengan demikian beribu-ribu orang telah mengorbankan dirinya sendiri jiwa dan tubuhnya oleh pernikahan-pernikahan yang tidak bijaksana dan telah terjerumus dalam jalan kebinasaan. 3

Perselisihan Kekal Dalam Rumah Tangga yang Terpecah-belah

Kebahagiaan dan kesejahteraan orang yang berumah tangga tergantung atas persatuan kedua-belah pihak. Bagaimanakah mungkin pikiran jasmani dapat rukun dengan pikiran yang terpisah kepada pikiran Kristus? Yang seorang sedang menabur kepada daging, berpikir dan bertindak setuju dengan gerakan dan dorongan hatinya sendiri; yang satu lagi sedang menabur kepada Roh, berusaha hendak membuangkan sifat mementingkan diri sendiri, mengalahkan kecongkakan hati, serta hidup dalam penurutan kepada Tuhan, karena ia mengaku menjadi hambaNya. Dengan demikian selalu ada perselisihan pendapat, kecenderungan hati, dan maksud. Kecuali orang yang beriman itu mau mempertahankan prinsip, memenangkan kedegilan hati, dia akan menjadi tawar hati sebagaimana biasanya serta mengabaikan prinsip-prinsip agamanya, oleh karena berteman yang merugikan dan dia menjadi seorang yang putus hubungan dengan sorga. 4

Perkawinan Dihancurkan Dengan Tidak Adanya Persetujuan

Banyak perkawinan yang hanya menghasilkan kesengsaraan; namun demikian pikiran-pikiran orang muda tertuju kepada keperluan ini karena Setan yang memimpinnya, meyakinkan mereka bahwa mereka harus kawin supaya beroleh kebahagiaan, padahal mereka tidak mempunyai kesanggupan mengendalikan diri sendiri atau tidak sanggup memelihara keluarga. Mereka yang tidak mau menyesuaikan diri terhadap satu dengan yang lain, hanya sekedar menghindarkan diri dari perselisihan-perselisihan dan perbantahan-perbantahan, janganlah mengambil langkah ini. Tetapi inilah salah satu jerat yang paling ampuh pada akhir zaman, sehingga beribu-ribu orang akan binasa dalam kehidupan sekarang ini maupun kehidupan yang akan datang. 5

Akibat Buruk Dari Cinta Buta

Segala kemampuan orang yang telah ditulari oleh penyakit menular ini – cinta buta – terbawa ke dalam perhambaan. Tampaknya mereka tidak mempunyai pikiran yang sehat lagi dan bagi mereka yang menyaksikan keadaan ini merasa muak . . . . Banyak orang mengalami krisis yang memuncak sebagai akibat perkawinan yang belum matang ini, setelah kesenangan baru itu berlalu dan cinta berahi yang mempesonakan itu berakhir, maka salah satu atau kedua-duanya sadar tentang keadaan diri mereka yang sebenarnya. Lalu menemukan dirinya tidak cocok satu dengan yang lain, tetapi sudah terikat untuk seumur hidup. Terikat terhadap satu dengan yang lain oleh sumpah yang khidmat dan tekun, dengan hati yang remuk mereka memandang kepada hidup kemelaratan yang harus mereka pikul. Yang seharusnya mereka akan memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, tetapi banyak yang rela berbuat demikian. Ternyata mereka tidak memperbaiki sumpah palsu yang mereka ucapkan pada perkawinan itu melainkan meletakkan kuk di atas leher mereka dan mengalami pahit getir yang memilukan sehingga tidak sedikit orang yang mengakhiri nyawa mereka dengan cara-cara pengecut. 6
Sejak sekarang ini seharusnyalah hal itu menjadi pelajaran untuk seumur hidup bagi suami-istri, bagaimana caranya menghindarkan segala sesuatu yang menimbulkan perselisihan serta memelihara senantiasa sumpah perkawinan itu. 7

Pengalaman Orang Lain Menjadi Suatu Amaran

Tuan Anu mempunyai tabiat yang tidak baik karena dipermainkan oleh Setan dengan cara yang licik. Peristiwa ini haruslah mengajar orang-orang muda satu pelajaran tentang perkawinan. Istrinya dipengaruhi perasaan dan dorongan hati, bukan dengan pikiran sehat dan pertimbangan dalam memilih seorang kawan. Apakah perkawinan mereka itu sebagai hasil cinta yang benar? Tidak, tidak; itu adalah akibat dorongan hati – hawa nafsu buta dan najis. Tiada seorangpun di antaranya yang dipantaskan untuk segala kewajiban kehidupan rumah tangga. Bilamana kesenangan baru dan segala perkara yang baru telah berlalu, telah mengenal satu dengan yang lain, adakah cinta mereka bertambah kuat, cinta kasih mereka semakin mendalam, dan apakah kehidupan dipadukan dalam kerukunan yang indah? Yang terjadi sebaliknya. Sifat-sifat tabiat mereka bertambah buruk dalam prakteknya, gantinya perkawinan mereka suatu kebahagiaan, kesusahan yang bertambah-tambah. 8
Untuk bertahun-tahun lamanya saya telah menerima surat dari orang-orang yang berbeda-beda yang membentuk rumah tangga yang tidak bahagia, dan cerita-cerita itu terbuka di hadapan saya cukup memuakkan dan menyakitkan hati. Bukanlah suatu perkara yang mudah untuk mengambil keputusan dalam memberi nasihat bagi orang-orang yang malang ini, dan dengan cara bagaimana nasib mereka yang buruk itu dapat diringankan; tetapi hendaknya pengalaman mereka yang buruk itu menjadi amaran kepada orang-orang lain. 9


Tidak ada komentar:

Posting Komentar