Senin, 08 Juni 2015

49. TANGAN KANAN IBU

TANGAN KANAN IBU

Anak-anak Menjadi Partner Dalam Firma Keluarga

Para orang tua dan anak-anak mempunyai kewajiban penting dalam keluarga. Anak-anak itu harus diajar bahwa mereka adalah sebagian dari firma keluarga. Mereka itu diberi makan dan pakaian, dikasihi dan dipelihara. Oleh sebab itu wajiblah mereka membalas budi dengan menanggung bagian mereka dari beban keluarga serta mendatangkan sebanyak mungkin kebahagiaan ke dalam keluarga di mana mereka merupakan anggota-anggota. 1
Biarlah setiap ibu mengajarkan anak-anak mereka bahwa mereka itu adalah anggota-anggota firma keluarga dan harus mau melaksanakan tanggung jawabnya dalam firma keluarga itu. Masing-masing anggota keluarga itu wajiblah rela melakukan kewajibannya dengan setia sama kesetiaannya sebagaimana melakukan tugasnya dalam sidang.
Biarlah anak-anak itu mengerti bahwa mereka membantu ibu bapa mereka apabila mau disuruh. Berikanlah kepada mereka sesuatu tugas dan beritahukan juga kepada mereka bahwa sesudah selesai tugas itu mereka boleh main. 2
Anak-anak itu mempunyai pikiran yang bergiat oleh sebab itu perlu dimanfaatkan untuk mengangkat beban kehidupan sehari-hari . . . . Sekali-kali mereka tidak boleh dibiarkan memilih pekerjaan mereka sendiri. Para orang tua diharapkan untuk mengendalikannya. 3

Para Orang Tua Dan Anak-anak Mempunyai Kewajiban

Para Orang tua berkewajiban untuk memberi sandang-pangan dan pendidikan kepada anak-anak mereka, demikian juga sebaliknya anak-anak berkewajiban untuk melayani para orang tua mereka dengan setia yang disertai sukacita dan kesungguhan. Apabila anak-anak merasa tidak perlu lagi melaksanakan kewajibannya dan memikul beban keluarga bersama orang tua mereka, maka bagaimanakah kiranya perasaan mereka seandainya para orang tua mereka itu juga tidak mau lagi merasa berkewajiban mengurus mereka? Dalam berhenti melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah diserahkan kepada mereka yaitu supaya berguna bagi para orang tua mereka, untuk meringankan tanggungan mereka maka dengan melakukan demikian mungkin tidak menyenangkan hati dan meminta usaha yang lebih besar, maka anak-anak kehilangan kesempatan baik untuk mendapatkan pendidikan yang boleh mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa depan dengan sukses. 4
Allah menghendaki supaya semua anak-anak umatNya dididik sejak usia masih muda untuk ikut memikul beban yang wajib dipikul oleh para orang tua mereka dalam rangkaian usaha pengurusan anak-anak itu sendiri. Kepada mereka telah diberikan sebagian ruangan dalam rumah itu untuk digunakan sebagai kamar tempat tinggal, dan demikian juga hak dan kesempatan untuk mendapat makanan dalam keluarga itu. Allah memang menuntut dari para orang tua untuk memberi pakaian dan pangan kepada anak-anak mereka itu. Tetapi walaupun demikian kewajiban-kewajiban tersebut pada hakekatnya bersifat timbal balik. Pada pihak anak-anak, mereka dituntut untuk menghormati dan menghargai para orang tua mereka. 5
Para orang tua tidak boleh menjadi budak kepada anak-anaknya, melakukan segala pengorbanan sedangkan anak-anak itu dibiarkan begitu saja menjadi besar dalam keadaan lalai dan tidak perduli sesuatu apapun, serta membiarkan semua beban keluarga tertimpa atas pundak orang tua. 6

Kelambanan Diajarkan Dengan Rasa Sayang yang Salah

Anak-anak harus diajarkan pada waktu mereka masih berusia muda untuk menjadi anak-anak yang berguna, mengurus diri sendiri dan untuk menolong orang lain. Sungguh banyak anak wanita pada zaman modern ini yang merasa tega dan tidak merasa teguran batin melihat serta membiarkan begitu saja ibu mereka bekerja banting tulang, memasak, mencuci pakaian, seterika pakaian sedangkan mereka sendiri dalam keadaan enak-enak duduk di serambi rumah sambil membaca-baca cerita pendek atau melakukan pekerjaan kecil yang relatif ringan sekali. Hati mereka yang membantu tidak terasa lagi.
Tetapi dari manakah asal-mula semua kesalahan ini? Biasanya siapakah yang terutama dipersalahkan atas kesalahan ini? Para orang tua yang malang dan tertipu itulah. Mereka mengabaikan masa depan anak-anak mereka itu sendiri dan didorong oleh rasa sayang mereka yang salah itu, mereka membiarkan anak-anak gadis itu duduk bermalas-malas atau mengerjakan pekerjaan yang tidak ada artinya yang tidak meminta latihan otak atau otot-otot, kemudian memaafkan anak-anak gadis mereka yang malas itu karena lemah. Apakah yang menyebabkan mereka lemah? Dalam banyak hal kesalahan itu disebabkan para orang tua. Gerak badan yang teratur di sekitar rumah saja sebetulnya sudah cukup mempertinggi ketangkasan otak dan tubuh. Tetapi sangat disesalkan anak-anak tidak diberi kesempatan ini dan sebagai akibat kesalahan para orang tua itu sendiri sehingga mereka tidak suka bekerja. 7
Kalau anak-anak saudara tidak dapat bekerja maka mereka itu segera merasa lelah. Mereka akan mengeluh karena sakit di lambung, sakit di bahu dan sakit pada sendi-sendi kaki dan tangan. Sebagai akibatnya kamu berada dalam bahaya, terlalu sayang, terpaksa mengerjakan sendiri semua pekerjaan gantinya menyuruh mereka menderita sedikit. Biarlah diusahakan supaya pekerjaan yang diberikan kepada anak-anak itu mula-mula yang agak ringan saja lalu berangsur yang lebih berat dari hari demi hari sehingga akhirnya mereka sanggup melakukan sesuatu pekerjaan yang cukup berat tanpa menjadi terlalu lelah. 8


Bahayanya Kemalasan

Kepada saya telah ditunjukkan bahwa banyak dosa terjadi sebagai akibat kemalasan. Tangan dan pikiran yang giat bekerja tentu tidak sempat menghiraukan setiap penggodaan yang disuguhkan oleh musuh tetapi tangan dan otak-otak yang lamban malas mudah dikuasai oleh Setan. Pikiran yang tidak diberikan kesibukan sebagaimana yang seharusnya niscaya akan memikirkan hal-hal yang tidak baik. Para orang tua wajiblah mengajar anak-anak mereka bahwa kemalasan itu adalah dosa. 9
Tidak ada sesuatu tindakan yang lebih pasti menuntun kepada kejahatan, yaitu dengan menarik semua beban anak-anak itu, membiarkan mereka bermalas-malas tanpa tujuan dan tanpa mengerjakan sesuatu serta bertindak sekehendak hati mereka sendiri saja. Pikiran anak-anak itu biasanya aktif dan kalau tidak diberi kesibukan dengan perkara-perkara yang baik dan berfaedah sudah barang tentu beralih kepada perkara-perkara yang jelek. Sekalipun baik dan penting bagi mereka untuk mendapat rekreasi, mereka harus diajar juga bekerja dengan tangan, membaca dan belajar pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Usahakanlah supaya mereka mendapat pekerjaan yang sesuai dengan usia mereka dan diberi buku-buku yang bermanfaat dan menarik hati. 10

Jaminan yang Paling Pasti Ialah Pekerjaan yang Berguna

Salah satu jaminan yang paling pasti bagi anak-anak muda ialah mengerjakan pekerjaan yang berguna. Sekiranya mereka dididik untuk memupuk kebiasaan suka bekerja sehingga semua waktu mereka digunakan dengan sebaik-baiknya, maka mereka sudah pasti tidak berkesempatan untuk mengeluh tentang nasib mereka atau mengkhayal perkara yang tidak tentu hujung-pangkalnya. 11
Kalau para orang tua sangat sibuk dengan hal-hal yang lain sehingga tidak sempat lagi mengatur pekerjaan anak-anak mereka dengan sebaik-baiknya, sudah tentu setanlah yang mengatur pekerjaan mereka. 12

Anak-anak Harus Belajar Memikul Beban

Para orang tua haruslah sadar terhadap fakta yang menyatakan bahwa pelajaran yang paling penting untuk diketahui oleh anak-anak mereka ialah berkewajiban memainkan peranan untuk menanggung sebagian beban keluarga . . . . Para orang tua wajib mengajar anak-anak mereka untuk memupuk pandangan yang sehat terhadap hidup ini serta menyadari bahwa mereka patut berguna di dunia ini. Di rumah di bawah pengawasan ibu yang bijaksana, anak-anak pria dan perempuan wajib mendapat pelajaran-pelajaran tahap pertama berkenaan dengan tanggungan beban hidup. 13
Pendidikan pada anak-anak demi kebaikan maupun untuk kejahatan selalu dimulai dari tahun-tahun permulaan . . . . Sementara anak-anak yang lebih tua bertambah besar mereka harus pula mengurusi anggota-anggota keluarga yang lebih kecil. Sekali-kali ibu itu tidak boleh banting-tulang dengan habis-habisan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang patut dilakukan oleh anaknya. 14

Beban yang Dibagi-bagikan Memberi Kepuasan

Hai para orang tua, tolonglah anak-anakmu untuk melakukan kehendak Tuhan dengan menjadikan anak-anak itu setia dalam melakukan kewajibannya yang benar-benar menjadi kewajiban mereka sebagai anggota-anggota keluarga. Dengan demikian mereka memperoleh suatu pengalaman yang paling berharga. Hal yang demikian akan mengajar mereka agar mereka tidak memusatkan pikiran kepada diri mereka sendiri untuk melakukan kesenangan mereka sendiri atau menggembirakan diri mereka sendiri. Dengan sabar mengajar mereka untuk mengerjakan bagian mereka dalam lingkungan keluarga, akan memperoleh hasil yang memuaskan dari usaha mereka sendiri dengan membagi-bagikan beban-beban daripada Bapa, Ibu dan Saudara-saudara laki-laki dan perempuan. Dengan demikian mereka mendapat kepuasan oleh sebab mereka tahu bahwa mereka benar-benar berguna. 15
Anak-anak dapat diajar menjadi anak-anak yang suka menolong. Dengan demikian mereka akan lebih bergiat dan cenderung menjadi sibuk; dan kegiatan ini terjadi karena telah terlatih dan langsung masuk ke dalam saluran yang benar. Ketika masih anak-anak mereka dapat diajar, demikian juga bilamana mereka sudah remaja dapat dipimpin untuk melaksanakan tugas ringan setiap hari, setiap anak mempunyai beberapa tugas tertentu untuk dilaksanakan dan bertanggung jawab kepada orang tuanya atau yang mengasuh dia. Dengan demikian mereka akan belajar memikul beban sebagai kewajiban mereka walaupun masih muda; dan pelaksanaan dari tugas mereka yang kecil itu akan menjadi kesenangan dan membawa mereka kepada suatu kebahagiaan yang hanya diperoleh dengan jalan bekerja dengan anak. Mereka akan menjadi terbiasa untuk bekerja dan mempunyai tanggung jawab dan akan menggemari pekerjaan mereka, kehidupan mereka kelihatan lebih mementingkan tugas daripada kesenangan mereka sendiri.
Bekerja adalah suatu kebaikan untuk anak-anak; mereka akan lebih bergembira menjadi pekerja yang berguna sepanjang waktu; kesenangan mereka dapat dinikmati dengan suatu kegembiraan setelah berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas mereka. Bekerja itu menguatkan otot-otot dan pikiran. Para ibu dapat menjadikan anak-anak mereka sebagai penolong-penolong kecil yang sangat berguna, mereka sendiri telah menambah pengetahuan mereka tentang kemanusiaan dan bagaimana bergaul dengan anak-anak yang masih hijau dan memeliharakan agar hati mereka tetap hangat dan muda dengan selalu berhubungan bersama anak-anak kecil itu. Sementara anak-anak memandang kepada mereka dengan keyakinan dan kasih, demikian juga mereka dapat memandang kepada Juruselamat untuk memohon pertolongan dan penjagaanNya. Anak-anak seharusnyalah terus dilatih supaya mereka beroleh kemajuan sepanjang tahun, belajar untuk mencintai pekerjaan yang dapat meringankan beban teman-teman mereka. 16

Menjamin Keseimbangan Pikiran

Dalam pelaksanaan pembagian tugas secara adil, maka kekuatan ingatan dan keseimbangan yang benar dari pikiran dapat bertambah, sama halnya dengan keseimbangan dari watak dan ketangkasan. Pada hari yang dikelilingi dengan tugas-tugas kecil, membutuhkan pikiran, perkiraan dan rencana untuk melaksanakannya. Sementara anak-anak itu bertambah besar, mereka menghendaki penambahan tugas yang lebih besar lagi. Hal itu bukan berarti bekerja tanpa berkesudahan, atau membuat pekerjaan mereka berkepanjangan sehingga membuat mereka merasa letih dan berputus-asa; tetapi haruslah bijaksana dalam memilih pekerjaan yang disukai yang terutama berkenan dengan pertumbuhan badan, penanaman watak dan pikiran yang benar. 17


Menghubungkan Dengan Pekerja-pekerja Di Dalam Sorga

Kalau anak-anak telah diajar untuk memandang tugas sederhana yang ada di sekeliling mereka dalam kerendahan hati setiap hari, dengan berkeyakinan bahwa itu telah ditentukan Tuhan bagi mereka, sama seperti sebuah sekolah di mana mereka dilatih untuk membalas kesetiaan dan pelayanan yang baik, bagaimana besar kesenangan dan ketulusan tampak dalam pekerjaan mereka. Untuk melaksanakan setiap pekerjaan yang seolah-olah demi kepentingan Tuhan, menjadi daya tarik daripada pekerjaan yang paling hina sekalipun serta merangkaikan pekerja-pekerja yang di bumi ini dengan makhluk-makhluk yang suci yang melakukan kehendak Allah di sorga. 18
Pekerjaan senantiasa dilaksanakan di dalam sorga. Di sana tidak ada pemalas. BapaKu bekerja sampai sekarang ini,” kata Yesus, “dan Akupun bekerja juga.” Kita tidak dapat mengandaikan apabila kemenangan terakhir akan datang, dan kita beroleh tempat tinggal yang telah disediakan bagi kita, di mana kita boleh bermalas-malas dan kita akan beristirahat dalam suatu kebahagiaan dengan tidak melakukan sesuatu apapun. 19

Mempererat Hubungan Kekeluargaan

Dalam melatih anak-anak muda di rumah, prinsip bekerja sama adalah suatu hal yang tidak dapat dinilai harganya . . . . Anak-anak yang lebih tua menjadi pembantu-pembantu kepada orang tua mereka, mereka boleh turut dalam rencana-rencana orang tua dan membagikan tanggung jawab dan beban orang tua mereka. Biarlah para bapa dan ibu mengambil waktu untuk mengajar anak-anak mereka; tunjukkan kepada mereka bahwa kamu menghargai pertolongan mereka, pupuklah keberanian mereka, dan turut menikmati persaudaraan mereka; sehingga anak-anak itu tidak lagi berlambatan untuk menanggapi. Bukan hanya beban para orang tua diringankan, anak-anak itupun menerima latihan yang berguna dan berfaedah yang tidak ternilai besarnya, tetapi akan ada hubungan kekeluargaan yang kuat dan penanaman yang dalam akan fondamen tabiat. 20

Perbuatlah Demi Perkembangan Pikiran, Akhlak
Dan Mutu Kerohanian

Anak-anak dan para pemuda haruslah merasa senang karena sudah meringankan pemeliharaan bapa dan ibu, yang menunjukkan sifat yang tidak egois di dalam rumah. Sebagaimana mereka bergembira dalam hati menanggung beban-beban yang menjadi bagian mereka, mereka memperoleh suatu latihan yang layak buat mereka untuk mendapat kepercayaan dan faedahnya. Setiap tahun mereka mengadakan kemajuan yang tetap, dengan pelahan-lahan tetapi dengan pasti dapat mereka kesampingkan masa anak-anak itu yang belum berpengalaman untuk menjadi laki-laki dan perempuan dewasa yang berpengalaman. Kesetiaan dalam mengerjakan kewajiban yang sederhana di rumah, anak-anak laki-laki dan perempuan meletakkan dasar yang kokoh untuk pikiran, akhlak dan yang terutama kerohanian. 21

Memberi Kesehatan Kepada Tubuh Dan Menyenangkan Pikiran

Istirahat yang dibenarkan oleh Tuhan dengan jaminan cinta bagi anak-anak yang dengan senang hati mengambil bagian dalam kewajiban di rumah tangga, bagian-bagian daripada beban bapa dan ibu. Mereka akan memperoleh kesehatan badan dan ketenangan pikiran; dan mereka akan senang melihat para orang tua mereka mengambil bagian bergaul dengan masyarakat dan berekreasi yang menyehatkan tubuh mereka dan dengan demikian dapat memperpanjang umur mereka. Anak-anak yang terlatih dalam kewajiban hidup yang praktis akan keluar dari rumah tangga menjadi anggota-anggota masyarakat yang berguna, dengan satu pelajaran yang jauh lebih menguntungkan daripada pengurungan di dalam ruangan kelas pada masa anak-anak, di mana baik pikiran maupun tubuh telah cukup kuat untuk menanggung kesusahan. 22
Dalam beberapa hal ada lebih baik kalau anak-anak mendapat sedikit pekerjaan di sekolah dan lebih banyak latihan dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban di rumah. Di atas semuanya itu mereka harus diajar menjadi anak-anak yang suka berfikir dan mau menolong. Banyak hal yang dapat dipelajari dari buku-buku tetapi tidak begitu perlu bila dibandingkan dengan pelajaran-pelajaran dan disiplin yang lebih praktis. 23

Jaminan Tidur yang Tentram

Para ibu hendaklah membawa anak-anakmu perempuan bersama-sama ke dapur dan ajarlah mereka di sana dengan sabar. Keadaan jasmani mereka akan lebih baik untuk pekerjaan yang tertentu, otot-otot mereka akan lebih sehat dan kuat, demikian juga angan-angan mereka akan lebih sehat dan mulia. Mungkin mereka merasa lelah, tetapi betapa senangnya beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan kesanggupan mereka. Tidur, ialah pemulihan yang memperkuat badan demikian juga yang lelah dan menyediakan diri untuk kewajiban-kewajiban pada hari-hari berikutnya. Jangan terlalu intim kepada anak-anakmu apakah mereka bekerja atau tidak. Ajarlah mereka bahwa pertolongan mereka dibutuhkan, waktu mereka itu berharga, dan kamu bergantung kepada pekerjaan mereka. 24
Adalah suatu dosa membiarkan anak-anak bertumbuh di dalam kemalasan. Biarlah mereka melatih anggota-anggota badan dan otot-otot mereka, walaupun itu melelahkan mereka. Kalau mereka bekerja tidak terlalu banyak, bagaimanakah mungkin kelelahan itu merugikan mereka lebih daripada merugikan kamu? Ada perbedaan antara kelelahan dan kehabisan tenaga. Anak-anak memerlukan lebih sering perubahan pekerjaan dan sebentar-sebentar beristirahat daripada yang diperbuat oleh orang-orang dewasa; tetapi biarpun mereka masih muda, mereka boleh mulai belajar bekerja, dan mereka akan merasa senang dan berpendapat bahwa mereka telah menjadikan diri mereka berguna. Tidur mereka akan lebih nyenyak sesudah menyelesaikan pekerjaan yang menyehatkan dan mereka segar kembali untuk bekerja pada hari kerja berikutnya.25

Jangan Katakan, “Anak-anak Sayalah yang Mengganggu Saya.”

“Aduh,” kata sebagian ibu-ibu, anak-anak saya mengganggu saya ketika mereka coba untuk menolong saya.” Demikian juga anak-anak saya, tetapi apakah kamu ketahui bahwa saya membiarkan mereka mengerti hal itu? Berilah pujian kepada anak-anakmu. Ajarlah mereka tahap demi tahap, peraturan demi peraturan. Ini adalah lebih baik daripada mereka membaca buku-buku cerita roman, lebih baik daripada bepergian dan lebih baik daripada mengikuti mode-mode dunia. 26

Suatu Pola Teladan

Untuk suatu jangka waktu tertentu, Yang Mahamulia dari sorga, Raja Kemuliaan hanyalah merupakan seorang bayi di Betlehem dan Bayi itu hanya diserahkan kepada pangkuan ibunya. Dalam masa kanak-kanak Dia hanya dapat mengerjakan suatu pekerjaan daripada seorang anak yang menurut, memenuhi harapan orang tuaNya, dalam menjalankan kewajiban-kewajiban tertentu yang sesuai dengan kesanggupanNya sebagai seorang anak. Segala sesuatu ini dapat dilakukan anak, dan mereka harus diajar dan diberi petunjuk sehingga boleh meniru teladan yang dibuat oleh Yesus. Kristus mempunyai suatu kelakuan yang membawa berkat di rumah tangga di mana Dia hidup, karena Dia merupakan pusat perhatian orang tuaNya dan demikian juga dengan para pekerja yang bekerja di dalam rumahNya. Ada tertulis: “Maka kanak-kanak itupun makin besar bertambah kuat, dan penuhlah Ia dengan hikmat, dan anugerah Allah ada di atasNya.” “Maka Yesus pun makin bertambah hikmat dan besar dan makin berkenan kepada Allah dan manusia.” 27
Adalah suatu kesempatan yang indah bagi guru-guru dan para orang tua bekerja sama dalam mengajar anak-anak itu bagaimana caranya minum dalam kesukaan di dalam kehidupan Kristus dengan belajar mengikuti teladanNya. Tahun-tahun yang pertama dari Juruselamat merupakan tahun yang berguna. Dia adalah seorang penolong ibuNya di dalam rumah tangga; dan biasanya Dia menurut perintah untuk mengerjakan kewajiban dalam rumah dan bekerja sebagai tukang kayu, sama halnya pada masa Dia melaksanakan pekerjaanNya untuk mengajar orang. 28

Dalam kehidupanNya di dunia ini, adalah merupakan teladan kepada semua orang, di mana Dia suka menurut dan suka menolong di dalam rumah. Dia mempelajari pekerjaan tukang kayu dan bekerja dengan tanganNya sendiri di dalam bengkel kecil di Nazareth. Sementara Dia bekerja pada waktu masih kanak-kanak dan pada masa muda, pikiran dan badanNya juga turut berkembang. Dia tidak mempergunakan kekuatan badanNya dengan sembrono, tetapi dalam cara-cara yang tertentu untuk menjaga supaya tetap sehat, di mana Dia boleh bekerja dengan sebaik-baiknya dalam setiap bagian dari pekerjaanNya. 29

Tidak ada komentar:

Posting Komentar