TANGAN
KANAN IBU
Anak-anak Menjadi Partner
Dalam Firma Keluarga
Para orang tua dan
anak-anak mempunyai kewajiban penting dalam keluarga. Anak-anak itu harus
diajar bahwa mereka adalah sebagian dari firma keluarga. Mereka itu diberi
makan dan pakaian, dikasihi dan dipelihara. Oleh sebab itu wajiblah mereka
membalas budi dengan menanggung bagian mereka dari beban keluarga serta
mendatangkan sebanyak mungkin kebahagiaan ke dalam keluarga di mana mereka
merupakan anggota-anggota. 1
Biarlah setiap ibu
mengajarkan anak-anak mereka bahwa mereka itu adalah anggota-anggota firma
keluarga dan harus mau melaksanakan tanggung jawabnya dalam firma keluarga itu.
Masing-masing anggota keluarga itu wajiblah rela melakukan kewajibannya dengan
setia sama kesetiaannya sebagaimana melakukan tugasnya dalam sidang.
Biarlah anak-anak itu
mengerti bahwa mereka membantu ibu bapa mereka apabila mau disuruh. Berikanlah
kepada mereka sesuatu tugas dan beritahukan juga kepada mereka bahwa sesudah selesai
tugas itu mereka boleh main. 2
Anak-anak itu
mempunyai pikiran yang bergiat oleh sebab itu perlu dimanfaatkan untuk
mengangkat beban kehidupan sehari-hari . . . . Sekali-kali mereka tidak boleh
dibiarkan memilih pekerjaan mereka sendiri. Para orang tua diharapkan untuk
mengendalikannya. 3
Para Orang
Tua Dan Anak-anak Mempunyai Kewajiban
Para Orang tua
berkewajiban untuk memberi sandang-pangan dan pendidikan kepada anak-anak
mereka, demikian juga sebaliknya anak-anak berkewajiban untuk melayani para
orang tua mereka dengan setia yang disertai sukacita dan kesungguhan. Apabila
anak-anak merasa tidak perlu lagi melaksanakan kewajibannya dan memikul beban
keluarga bersama orang tua mereka, maka bagaimanakah kiranya perasaan mereka
seandainya para orang tua mereka itu juga tidak mau lagi merasa berkewajiban
mengurus mereka? Dalam berhenti melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah
diserahkan kepada mereka yaitu supaya berguna bagi para orang tua mereka, untuk
meringankan tanggungan mereka maka dengan melakukan demikian mungkin tidak
menyenangkan hati dan meminta usaha yang lebih besar, maka anak-anak kehilangan
kesempatan baik untuk mendapatkan pendidikan yang boleh mempersiapkan mereka
untuk menghadapi masa depan dengan sukses. 4
Allah menghendaki
supaya semua anak-anak umatNya dididik sejak usia masih muda untuk ikut memikul
beban yang wajib dipikul oleh para orang tua mereka dalam rangkaian usaha
pengurusan anak-anak itu sendiri. Kepada mereka telah diberikan sebagian
ruangan dalam rumah itu untuk digunakan sebagai kamar tempat tinggal, dan
demikian juga hak dan kesempatan untuk mendapat makanan dalam keluarga itu.
Allah memang menuntut dari para orang tua untuk memberi pakaian dan pangan
kepada anak-anak mereka itu. Tetapi walaupun demikian kewajiban-kewajiban
tersebut pada hakekatnya bersifat timbal balik. Pada pihak anak-anak, mereka
dituntut untuk menghormati dan menghargai para orang tua mereka. 5
Para orang tua tidak
boleh menjadi budak kepada anak-anaknya, melakukan segala pengorbanan sedangkan
anak-anak itu dibiarkan begitu saja menjadi besar dalam keadaan lalai dan tidak
perduli sesuatu apapun, serta membiarkan semua beban keluarga tertimpa atas
pundak orang tua. 6
Kelambanan
Diajarkan Dengan Rasa Sayang yang Salah
Anak-anak harus
diajarkan pada waktu mereka masih berusia muda untuk menjadi anak-anak yang
berguna, mengurus diri sendiri dan untuk menolong orang lain. Sungguh banyak
anak wanita pada zaman modern ini yang merasa tega dan tidak merasa teguran
batin melihat serta membiarkan begitu saja ibu mereka bekerja banting tulang,
memasak, mencuci pakaian, seterika pakaian sedangkan mereka sendiri dalam
keadaan enak-enak duduk di serambi rumah sambil membaca-baca cerita pendek atau
melakukan pekerjaan kecil yang relatif ringan sekali. Hati mereka yang membantu
tidak terasa lagi.
Tetapi dari manakah
asal-mula semua kesalahan ini? Biasanya siapakah yang terutama dipersalahkan
atas kesalahan ini? Para orang tua yang malang dan tertipu itulah. Mereka
mengabaikan masa depan anak-anak mereka itu sendiri dan didorong oleh rasa
sayang mereka yang salah itu, mereka membiarkan anak-anak gadis itu duduk bermalas-malas
atau mengerjakan pekerjaan yang tidak ada artinya yang tidak meminta latihan
otak atau otot-otot, kemudian memaafkan anak-anak gadis mereka yang malas itu
karena lemah. Apakah yang menyebabkan mereka lemah? Dalam banyak hal kesalahan
itu disebabkan para orang tua. Gerak badan yang teratur di sekitar rumah saja
sebetulnya sudah cukup mempertinggi ketangkasan otak dan tubuh. Tetapi sangat
disesalkan anak-anak tidak diberi kesempatan ini dan sebagai akibat kesalahan
para orang tua itu sendiri sehingga mereka tidak suka bekerja. 7
Kalau anak-anak
saudara tidak dapat bekerja maka mereka itu segera merasa lelah. Mereka akan
mengeluh karena sakit di lambung, sakit di bahu dan sakit pada sendi-sendi kaki
dan tangan. Sebagai akibatnya kamu berada dalam bahaya, terlalu sayang,
terpaksa mengerjakan sendiri semua pekerjaan gantinya menyuruh mereka menderita
sedikit. Biarlah diusahakan supaya pekerjaan yang diberikan kepada anak-anak
itu mula-mula yang agak ringan saja lalu berangsur yang lebih berat dari hari demi
hari sehingga akhirnya mereka sanggup melakukan sesuatu pekerjaan yang cukup
berat tanpa menjadi terlalu lelah. 8
Bahayanya
Kemalasan
Kepada saya telah
ditunjukkan bahwa banyak dosa terjadi sebagai akibat kemalasan. Tangan dan
pikiran yang giat bekerja tentu tidak sempat menghiraukan setiap penggodaan
yang disuguhkan oleh musuh tetapi tangan dan otak-otak yang lamban malas mudah
dikuasai oleh Setan. Pikiran yang tidak diberikan kesibukan sebagaimana yang
seharusnya niscaya akan memikirkan hal-hal yang tidak baik. Para orang tua
wajiblah mengajar anak-anak mereka bahwa kemalasan itu adalah dosa. 9
Tidak ada sesuatu
tindakan yang lebih pasti menuntun kepada kejahatan, yaitu dengan menarik semua
beban anak-anak itu, membiarkan mereka bermalas-malas tanpa tujuan dan tanpa
mengerjakan sesuatu serta bertindak sekehendak hati mereka sendiri saja.
Pikiran anak-anak itu biasanya aktif dan kalau tidak diberi kesibukan dengan
perkara-perkara yang baik dan berfaedah sudah barang tentu beralih kepada
perkara-perkara yang jelek. Sekalipun baik dan penting bagi mereka untuk
mendapat rekreasi, mereka harus diajar juga bekerja dengan tangan, membaca dan
belajar pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Usahakanlah supaya mereka
mendapat pekerjaan yang sesuai dengan usia mereka dan diberi buku-buku yang
bermanfaat dan menarik hati. 10
Jaminan yang
Paling Pasti Ialah Pekerjaan yang Berguna
Salah satu jaminan yang
paling pasti bagi anak-anak muda ialah mengerjakan pekerjaan yang berguna.
Sekiranya mereka dididik untuk memupuk kebiasaan suka bekerja sehingga semua
waktu mereka digunakan dengan sebaik-baiknya, maka mereka sudah pasti tidak
berkesempatan untuk mengeluh tentang nasib mereka atau mengkhayal perkara yang
tidak tentu hujung-pangkalnya. 11
Kalau para orang tua
sangat sibuk dengan hal-hal yang lain sehingga tidak sempat lagi mengatur
pekerjaan anak-anak mereka dengan sebaik-baiknya, sudah tentu setanlah yang
mengatur pekerjaan mereka. 12
Anak-anak
Harus Belajar Memikul Beban
Para orang tua
haruslah sadar terhadap fakta yang menyatakan bahwa pelajaran yang paling
penting untuk diketahui oleh anak-anak mereka ialah berkewajiban memainkan
peranan untuk menanggung sebagian beban keluarga . . . . Para orang tua wajib
mengajar anak-anak mereka untuk memupuk pandangan yang sehat terhadap hidup ini
serta menyadari bahwa mereka patut berguna di dunia ini. Di rumah di bawah
pengawasan ibu yang bijaksana, anak-anak pria dan perempuan wajib mendapat
pelajaran-pelajaran tahap pertama berkenaan dengan tanggungan beban hidup. 13
Pendidikan pada
anak-anak demi kebaikan maupun untuk kejahatan selalu dimulai dari tahun-tahun
permulaan . . . . Sementara anak-anak yang lebih tua bertambah besar mereka
harus pula mengurusi anggota-anggota keluarga yang lebih kecil. Sekali-kali ibu
itu tidak boleh banting-tulang dengan habis-habisan melakukan
pekerjaan-pekerjaan yang patut dilakukan oleh anaknya. 14
Beban yang
Dibagi-bagikan Memberi Kepuasan
Hai para orang tua,
tolonglah anak-anakmu untuk melakukan kehendak Tuhan dengan menjadikan
anak-anak itu setia dalam melakukan kewajibannya yang benar-benar menjadi
kewajiban mereka sebagai anggota-anggota keluarga. Dengan demikian mereka
memperoleh suatu pengalaman yang paling berharga. Hal yang demikian akan
mengajar mereka agar mereka tidak memusatkan pikiran kepada diri mereka sendiri
untuk melakukan kesenangan mereka sendiri atau menggembirakan diri mereka
sendiri. Dengan sabar mengajar mereka untuk mengerjakan bagian mereka dalam
lingkungan keluarga, akan memperoleh hasil yang memuaskan dari usaha mereka
sendiri dengan membagi-bagikan beban-beban daripada Bapa, Ibu dan
Saudara-saudara laki-laki dan perempuan. Dengan demikian mereka mendapat
kepuasan oleh sebab mereka tahu bahwa mereka benar-benar berguna. 15
Anak-anak dapat diajar
menjadi anak-anak yang suka menolong. Dengan demikian mereka akan lebih bergiat
dan cenderung menjadi sibuk; dan kegiatan ini terjadi karena telah terlatih dan
langsung masuk ke dalam saluran yang benar. Ketika masih anak-anak mereka dapat
diajar, demikian juga bilamana mereka sudah remaja dapat dipimpin untuk
melaksanakan tugas ringan setiap hari, setiap anak mempunyai beberapa tugas
tertentu untuk dilaksanakan dan bertanggung jawab kepada orang tuanya atau yang
mengasuh dia. Dengan demikian mereka akan belajar memikul beban sebagai
kewajiban mereka walaupun masih muda; dan pelaksanaan dari tugas mereka yang
kecil itu akan menjadi kesenangan dan membawa mereka kepada suatu kebahagiaan
yang hanya diperoleh dengan jalan bekerja dengan anak. Mereka akan menjadi
terbiasa untuk bekerja dan mempunyai tanggung jawab dan akan menggemari
pekerjaan mereka, kehidupan mereka kelihatan lebih mementingkan tugas daripada
kesenangan mereka sendiri.
Bekerja adalah suatu
kebaikan untuk anak-anak; mereka akan lebih bergembira menjadi pekerja yang
berguna sepanjang waktu; kesenangan mereka dapat dinikmati dengan suatu
kegembiraan setelah berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas mereka. Bekerja itu
menguatkan otot-otot dan pikiran. Para ibu dapat menjadikan anak-anak mereka
sebagai penolong-penolong kecil yang sangat berguna, mereka sendiri telah
menambah pengetahuan mereka tentang kemanusiaan dan bagaimana bergaul dengan
anak-anak yang masih hijau dan memeliharakan agar hati mereka tetap hangat dan
muda dengan selalu berhubungan bersama anak-anak kecil itu. Sementara anak-anak
memandang kepada mereka dengan keyakinan dan kasih, demikian juga mereka dapat
memandang kepada Juruselamat untuk memohon pertolongan dan penjagaanNya.
Anak-anak seharusnyalah terus dilatih supaya mereka beroleh kemajuan sepanjang
tahun, belajar untuk mencintai pekerjaan yang dapat meringankan beban
teman-teman mereka. 16
Menjamin
Keseimbangan Pikiran
Dalam pelaksanaan
pembagian tugas secara adil, maka kekuatan ingatan dan keseimbangan yang benar
dari pikiran dapat bertambah, sama halnya dengan keseimbangan dari watak dan
ketangkasan. Pada hari yang dikelilingi dengan tugas-tugas kecil, membutuhkan
pikiran, perkiraan dan rencana untuk melaksanakannya. Sementara anak-anak itu
bertambah besar, mereka menghendaki penambahan tugas yang lebih besar lagi. Hal
itu bukan berarti bekerja tanpa berkesudahan, atau membuat pekerjaan mereka
berkepanjangan sehingga membuat mereka merasa letih dan berputus-asa; tetapi
haruslah bijaksana dalam memilih pekerjaan yang disukai yang terutama berkenan
dengan pertumbuhan badan, penanaman watak dan pikiran yang benar. 17
Menghubungkan
Dengan Pekerja-pekerja Di Dalam Sorga
Kalau anak-anak telah
diajar untuk memandang tugas sederhana yang ada di sekeliling mereka dalam
kerendahan hati setiap hari, dengan berkeyakinan bahwa itu telah ditentukan
Tuhan bagi mereka, sama seperti sebuah sekolah di mana mereka dilatih untuk
membalas kesetiaan dan pelayanan yang baik, bagaimana besar kesenangan dan
ketulusan tampak dalam pekerjaan mereka. Untuk melaksanakan setiap pekerjaan
yang seolah-olah demi kepentingan Tuhan, menjadi daya tarik daripada pekerjaan
yang paling hina sekalipun serta merangkaikan pekerja-pekerja yang di bumi ini
dengan makhluk-makhluk yang suci yang melakukan kehendak Allah di sorga. 18
Pekerjaan senantiasa
dilaksanakan di dalam sorga. Di sana tidak ada pemalas. BapaKu bekerja sampai
sekarang ini,” kata Yesus, “dan Akupun bekerja juga.” Kita tidak dapat
mengandaikan apabila kemenangan terakhir akan datang, dan kita beroleh tempat
tinggal yang telah disediakan bagi kita, di mana kita boleh bermalas-malas dan
kita akan beristirahat dalam suatu kebahagiaan dengan tidak melakukan sesuatu
apapun. 19
Mempererat
Hubungan Kekeluargaan
Dalam melatih
anak-anak muda di rumah, prinsip bekerja sama adalah suatu hal yang tidak dapat
dinilai harganya . . . . Anak-anak yang lebih tua menjadi pembantu-pembantu
kepada orang tua mereka, mereka boleh turut dalam rencana-rencana orang tua dan
membagikan tanggung jawab dan beban orang tua mereka. Biarlah para bapa dan ibu
mengambil waktu untuk mengajar anak-anak mereka; tunjukkan kepada mereka bahwa
kamu menghargai pertolongan mereka, pupuklah keberanian mereka, dan turut
menikmati persaudaraan mereka; sehingga anak-anak itu tidak lagi berlambatan
untuk menanggapi. Bukan hanya beban para orang tua diringankan, anak-anak
itupun menerima latihan yang berguna dan berfaedah yang tidak ternilai besarnya,
tetapi akan ada hubungan kekeluargaan yang kuat dan penanaman yang dalam akan
fondamen tabiat. 20
Perbuatlah
Demi Perkembangan Pikiran, Akhlak
Dan Mutu
Kerohanian
Anak-anak dan para
pemuda haruslah merasa senang karena sudah meringankan pemeliharaan bapa dan
ibu, yang menunjukkan sifat yang tidak egois di dalam rumah. Sebagaimana mereka
bergembira dalam hati menanggung beban-beban yang menjadi bagian mereka, mereka
memperoleh suatu latihan yang layak buat mereka untuk mendapat kepercayaan dan
faedahnya. Setiap tahun mereka mengadakan kemajuan yang tetap, dengan
pelahan-lahan tetapi dengan pasti dapat mereka kesampingkan masa anak-anak itu
yang belum berpengalaman untuk menjadi laki-laki dan perempuan dewasa yang
berpengalaman. Kesetiaan dalam mengerjakan kewajiban yang sederhana di rumah,
anak-anak laki-laki dan perempuan meletakkan dasar yang kokoh untuk pikiran,
akhlak dan yang terutama kerohanian. 21
Memberi Kesehatan
Kepada Tubuh Dan Menyenangkan Pikiran
Istirahat yang
dibenarkan oleh Tuhan dengan jaminan cinta bagi anak-anak yang dengan senang
hati mengambil bagian dalam kewajiban di rumah tangga, bagian-bagian daripada
beban bapa dan ibu. Mereka akan memperoleh kesehatan badan dan ketenangan
pikiran; dan mereka akan senang melihat para orang tua mereka mengambil bagian
bergaul dengan masyarakat dan berekreasi yang menyehatkan tubuh mereka dan
dengan demikian dapat memperpanjang umur mereka. Anak-anak yang terlatih dalam
kewajiban hidup yang praktis akan keluar dari rumah tangga menjadi
anggota-anggota masyarakat yang berguna, dengan satu pelajaran yang jauh lebih
menguntungkan daripada pengurungan di dalam ruangan kelas pada masa anak-anak,
di mana baik pikiran maupun tubuh telah cukup kuat untuk menanggung kesusahan. 22
Dalam beberapa hal ada
lebih baik kalau anak-anak mendapat sedikit pekerjaan di sekolah dan lebih
banyak latihan dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban di rumah. Di atas
semuanya itu mereka harus diajar menjadi anak-anak yang suka berfikir dan mau
menolong. Banyak hal yang dapat dipelajari dari buku-buku tetapi tidak begitu
perlu bila dibandingkan dengan pelajaran-pelajaran dan disiplin yang lebih
praktis. 23
Jaminan Tidur
yang Tentram
Para ibu hendaklah
membawa anak-anakmu perempuan bersama-sama ke dapur dan ajarlah mereka di sana
dengan sabar. Keadaan jasmani mereka akan lebih baik untuk pekerjaan yang
tertentu, otot-otot mereka akan lebih sehat dan kuat, demikian juga angan-angan
mereka akan lebih sehat dan mulia. Mungkin mereka merasa lelah, tetapi betapa
senangnya beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai
dengan kesanggupan mereka. Tidur, ialah pemulihan yang memperkuat badan
demikian juga yang lelah dan menyediakan diri untuk kewajiban-kewajiban pada
hari-hari berikutnya. Jangan terlalu intim kepada anak-anakmu apakah mereka
bekerja atau tidak. Ajarlah mereka bahwa pertolongan mereka dibutuhkan, waktu
mereka itu berharga, dan kamu bergantung kepada pekerjaan mereka. 24
Adalah suatu dosa
membiarkan anak-anak bertumbuh di dalam kemalasan. Biarlah mereka melatih
anggota-anggota badan dan otot-otot mereka, walaupun itu melelahkan mereka.
Kalau mereka bekerja tidak terlalu banyak, bagaimanakah mungkin kelelahan itu
merugikan mereka lebih daripada merugikan kamu? Ada perbedaan antara kelelahan
dan kehabisan tenaga. Anak-anak memerlukan lebih sering perubahan pekerjaan dan
sebentar-sebentar beristirahat daripada yang diperbuat oleh orang-orang dewasa;
tetapi biarpun mereka masih muda, mereka boleh mulai belajar bekerja, dan
mereka akan merasa senang dan berpendapat bahwa mereka telah menjadikan diri
mereka berguna. Tidur mereka akan lebih nyenyak sesudah menyelesaikan pekerjaan
yang menyehatkan dan mereka segar kembali untuk bekerja pada hari kerja
berikutnya.25
Jangan
Katakan, “Anak-anak Sayalah yang Mengganggu Saya.”
“Aduh,” kata sebagian
ibu-ibu, anak-anak saya mengganggu saya ketika mereka coba untuk menolong
saya.” Demikian juga anak-anak saya, tetapi apakah kamu ketahui bahwa saya
membiarkan mereka mengerti hal itu? Berilah pujian kepada anak-anakmu. Ajarlah
mereka tahap demi tahap, peraturan demi peraturan. Ini adalah lebih baik
daripada mereka membaca buku-buku cerita roman, lebih baik daripada bepergian
dan lebih baik daripada mengikuti mode-mode dunia. 26
Suatu Pola
Teladan
Untuk suatu jangka
waktu tertentu, Yang Mahamulia dari sorga, Raja Kemuliaan hanyalah merupakan
seorang bayi di Betlehem dan Bayi itu hanya diserahkan kepada pangkuan ibunya.
Dalam masa kanak-kanak Dia hanya dapat mengerjakan suatu pekerjaan daripada
seorang anak yang menurut, memenuhi harapan orang tuaNya, dalam menjalankan
kewajiban-kewajiban tertentu yang sesuai dengan kesanggupanNya sebagai seorang
anak. Segala sesuatu ini dapat dilakukan anak, dan mereka harus diajar dan
diberi petunjuk sehingga boleh meniru teladan yang dibuat oleh Yesus. Kristus
mempunyai suatu kelakuan yang membawa berkat di rumah tangga di mana Dia hidup,
karena Dia merupakan pusat perhatian orang tuaNya dan demikian juga dengan para
pekerja yang bekerja di dalam rumahNya. Ada tertulis: “Maka kanak-kanak itupun
makin besar bertambah kuat, dan penuhlah Ia dengan hikmat, dan anugerah Allah
ada di atasNya.” “Maka Yesus pun makin bertambah hikmat dan besar dan makin
berkenan kepada Allah dan manusia.” 27
Adalah suatu
kesempatan yang indah bagi guru-guru dan para orang tua bekerja sama dalam
mengajar anak-anak itu bagaimana caranya minum dalam kesukaan di dalam
kehidupan Kristus dengan belajar mengikuti teladanNya. Tahun-tahun yang pertama
dari Juruselamat merupakan tahun yang berguna. Dia adalah seorang penolong
ibuNya di dalam rumah tangga; dan biasanya Dia menurut perintah untuk
mengerjakan kewajiban dalam rumah dan bekerja sebagai tukang kayu, sama halnya
pada masa Dia melaksanakan pekerjaanNya untuk mengajar orang. 28
Dalam kehidupanNya di
dunia ini, adalah merupakan teladan kepada semua orang, di mana Dia suka
menurut dan suka menolong di dalam rumah. Dia mempelajari pekerjaan tukang kayu
dan bekerja dengan tanganNya sendiri di dalam bengkel kecil di Nazareth.
Sementara Dia bekerja pada waktu masih kanak-kanak dan pada masa muda, pikiran
dan badanNya juga turut berkembang. Dia tidak mempergunakan kekuatan badanNya
dengan sembrono, tetapi dalam cara-cara yang tertentu untuk menjaga supaya
tetap sehat, di mana Dia boleh bekerja dengan sebaik-baiknya dalam setiap
bagian dari pekerjaanNya. 29
Tidak ada komentar:
Posting Komentar